Grafis foto Galuh Malpiana/Dokumen pribadi/AI/SEJAUH yang saya pahami, kesempurnaan merupakan sebuah bentuk dari bidang yang amat presisi. Kesempurnaan juga dipahami sebagai keindahan. Namun kesempurnaan hakiki jauh lebih khidmat dari sekadar keindahan dan bentuk presisi.
Dalam Dalam Islam kesempurnaan mutlak hanya milik Allah SWT. Konsep kesempurnaan dibagi menjadi dua: kesempurnaan ajaran (Islam) dan kesempurnaan manusia, yang dipandang sebagai proses spiritual seumur hidup (Insan Kamil).
Manusia diciptakan memiliki potensi untuk terus memperbaiki diri melalui ilmu, amal saleh, dan akhlak.Meski demikian, kita kerap terjebak dalam ilusi kesempurnaan tersebut. Dalam menjalani hidup, kita kerap menuntut agar sempurna.
Secara hakiki, kesempurnaan hidup manusia bukanlah tentang ketiadaan cacat atau pencapaian tanpa cela. Sebaliknya, ini adalah sebuah proses dinamis yang memadukan penerimaan diri atas ketidaksempurnaan, keseimbangan antara akal, hati, dan jasad, serta perjuangan terus-menerus untuk bertumbuh menjadi versi terbaik diri sendiri.
Kesempurnaan hidup manusia hanya sebuah perspektif. Bahkan saya menyebutnya sebagai sebuah ilusi. Kesempurnaan tertinggi manusia justru terletak pada keberaniannya menerima ketidaksempurnaan dirinya sendiri. Allahualam Bisawab. ((Bersambung)
Tidak ada komentar