
LEBAK – Kepala desa (Kades) Jagaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten Ahmad membantah soal adanya potongan sebesar 30 persen dalam program P3-TGAI kelompok P3A Cirepet.
Menurutnya narasi yang ada di salah satu media online yang menyatakan adanya potongan tidak benar alias hoax.
“Saya tak pernah menyebut ada pemotongan anggaran pada kegiatan pembangunan irigasi P3-TGAI Cirepet,” ucap Ahmad kepada awak media, pada, Senin 13 Juli 2026.
“Pikir saja dengan akal sehat kalau di potong 30 persen, mana untuk membangun irigasinya. Bisa-bisa pekerjaan tidak akan selesai kalau di potong,” ucap Ahmad.
Bahkan ia menyesalkan kesesatan informasi tersebut sampai diunggah di media sosial oleh salah satu akun di Tiktok. Ia menyebut bahwa narasi yang dibangun di salah satu media online itu kesesatan informasi.
“Itu informasi sesat. Saya tak merah ngomong gitu,” ucap dia.
Hampir senada disampaikan, Madhadi bendahara P3-TGAI Cicerepet. Ia mengatakan, pemberitaan di salah satu media online tidak benar. Ia juga menyebut semua pekerjan sudah seauai spesifikasi.
“Saya sebagai bendahara kalau ada potongan pasti mengetahuinya. Ini potongan apa? tak ada potongan anggaran untuk kegiatan itu,” ucap dia.
“Malah media itu mengunakan nama ketua P3A tanpa permisi lagi, inikan jelas pembohongan terhadap publik,” ucapnya.(*)
Tidak ada komentar