IlustrasiArtikel ini sepenuhnya jadi tanggung jawab penulis, tidak mewakili pandangan redaksi
Ketenangan adalah haluan kebanyakan manusia. Itu dicapai dengan menemukan keseimbangan batin, kebahagiaan dan kepuasan dalam proses hidup.
Setiap orang tentu memiliki banyak variasi untuk mencapai, baik yang bersifat melibatkan fisik, mental maupun spiritual.Sebuah kalimat dari susunan kata yang penuh nalar juga bisa jadi resep mencapai kebahagiaan.
Menurut penulis, tenang bisa dicapai lewat cara cerdas menalar kata. Seperti halnya Stoikisme dalam memahami ketenangan. Bagi stoik, kata-kata tanpa nalar bisa jadi jebakan untuk bunuh diri, tak tercapainya ketenangan.
Kata-kata yang keluar dari mulut, menurut penulis adalah kendali dari energi yang ada dalam diri itu sendiri. Stoikisme menekankan bahwa kebahagiaan sejati datang dari dalam diri, dan bagaimana cara kita merespons situasi, bukan dari faktor eksternal
Ketenangan batin juga bisa dicapai dengan cara menerima hal yang tidak dapat dikendalikan dan memfokuskan energi pada hal yang dapat dikendalikan. Lagi-lagi menurut penulis yang dimaksud dalam diri itu adalah kata-kata.
Kendali yang dimaksud dalam stoikisme adalah dikotomi membedakan dengan jelas setiap detailnya, antara hal-hal yang berada di bawah kendali kita (pikiran, tindakan, penilaian) dan yang tidak (pendapat orang lain, kejadian di luar, masa lalu).
Kata-kata memengaruhi kontrol reaksi. Bahkan bisa mengarahkan reaksi dan tindakan. Kata-kata keluar dari mulut kita bisa dibilang juga mengkait pada berkat Tuhan. Karenanya ada pepatah bahwa kata-kata itu doa.
Dalam agama Islam, tenang menalar kata-kata juga terdapat dalam ayat Alquran surat Al-Bagarah ayat 83. Dalam surat itu Allah SWT memerintahkan memerintahkan untuk mengucapkan kata-kata yang baik kepada manusia. Bahkan dalam surat Al-Isra ayat 53, ditekankan agar berkata lebih baik dan benar karena setan dapat menimbulkan perselisihan.
Dengan kata lain, mencapai ketenangan jiga bisa dicapai dengan cara bagaimana kita mampu menalar kata-kata. Dengan nalar yang baik, maka manfaat ketenangan tidak hanya dicapai dan dirasakan bagi diri sendiri namun juga orang lain. Wasalam….
Tidak ada komentar