Iri Tapi jangan Sampai Dengki

Menurut pakar Neurosains dr. Ryu Hasan, manusia memang selalu senang melihat orang susah, sebaliknya susah melihat orang senang atau sukses. 

Kata Iri dan dengki sendiri memang memiliki konotasi negatif. Keduanya pun kerap disamakan, namun berbeda makna. Bahkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga mencatatkan definisi yang berbeda dari dua kata tersebut.

Baca juga: Keistimewaan Ikhlas dalam Akulturasi Psikologis

Dalam KBBI dengki diartikan sebagai menaruh perasaan marah atau benci atau tidak suka, karena sangat iri kepada keberuntungan orang lain. Sedangkan iri sendiri diartikan kurang senang menilah kelebihan orang lain atau cemburu. 

Mengutip apa yang disampaikan Motivator Arvan Pradanasyah dalam program Smart Happiness di Radio Smart FM, menurutnya iri sangat diperlukan, berbeda dengan perasaan dengki. Arvan juga menyebut, dengki merupakan perasaan tidak senang. Sedangkan iri dasarnya desire atau keinginan. (sumber: sonara.id)

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sebagai manusia tentu akan selalu dihadapkan pada perasaan iri dan dengki. Melihat ada orang disekeliling kita sukses, maka disanalah timbul gejolak rasa iri, namun bahayanya dari rasa iri bergeser timbul jadi dengki.

Iri setidaknya bisa menjadi hal positif karena bisa memotivasi dirinya agar lebih baik. Sebaliknya dengki akan menjadi hal negatif, karena perasaan yang berlebihan sehingga berdampak tidak baik. 

Parahnya, dengki bisa memunculkan perasaan orang yang dianggapnya melebihi dari dirinya itu sebagai musuh atau bahkan ingin dijatuhkan. Berbeda dengan iri, perasan itu akan jadi sebagai pemantik membuka peluang kesuksesan pada dirinya.

Dalam Alquran surat An-Nisa ayat 32 menjelaskan bahwa Allah SWT melarang hamba-Nya untuk merasa iri terhadap karunia yang diberikan kepada orang lain. Karena setiap manusia telah mendapatkan nikmat sesuai dengan usaha yang mereka lakukan. 

Sedangkan sifat dengki juga terdapat dalam Alquran surat Al Falaq ayat 5, Allah SWT telah menerangkan sipat dengki atau hasad yang terdapat pada manusia. Sifat ini yang memungkinkan untuk manusia ingin menghilangkan kenikmatan dari orang lain dengan banyak cara, termasuk adanya kejahatan.

Sifat dengki juga cukup dahsyat dampaknya bagi psikologis, bahkan sipat buruk dengki bisa menurunkan kualitas hidup kita dan bahkan depresi. Karena tak terbayang, jika kedengkian sampai menggerogoti hati kita, maka dibunuh lah kita oleh dengki itu sendiri. 

Baca juga: Cara Ajaib Uang Bekerja Membentuk Perilaku Kita (Habis)

Seperti kata dr. Ryu Hasan, hidup adalah kumpulan emosi. Menurut saya dengki itu adalah emosi negatif yang tidak terkendali, sehingga ia bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya sifat jahat.

Karenanya, mari kita memulai mengendalikan emosi negatif dengan menjauhkan diri dari sifat dengki maupun iri yang merugikan diri sendiri. Mulailah berpikir positif, karena berpikir positif memicu kita bahagia dan akan memperkuat daya tahan alami tubuh. 

Semoga dalam segala keterbatasan ruang pikiran saya, tulisan ini sedikitnya bisa memberikan manfaat. 

Oleh: Galuh Malpiana
Penulis adalah jurnalis warga Lebak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *