IlustrasiOleh: Galuh Malpiana
Seorang jurnalis dan komikus
Tidak terasa waktu yang diselimuti sunyi mulai beranjak fajar. Penutup obrolan saya bersama teman di teras rumah jadi ide tulisan saya kali ini, yaitu Filsafat Kekekalan: Melampaui Cinta
Entah kenapa saya lebih memilih diksi tersebut? Demikian kiranya saya hanya ingin mencoba masuk ke kedalaman diri saya. Kedalaman yang ingin di selami, salah satunya adalah cinta. Cinta menurut saya cukup universal untuk dipahami, baik dalam pandangan filosofis maupun literal.
Dengan obsesinya (imoralitas), manusia tumbuh dan berkembang di dunia ini. Bahkan tak sekedar hanya mencapai cinta, namun manusia kini sudah jauh melampauinya.
Manusia tak lagi mencari untuk mencapai cinta, tapi mencapai kekekalan agar terus dalam pelukan cinta. Bahkan dalam beberapa literatur, obsesi manusia terhadap kekekalan bukanlah hal baru. Hal itu adalah dorongan psikologis dan filosofis yang sudah ada sejak awal peradaban manusia.
Kelampauan pada cinta menimbulkan ketakutan akan kematian dan keinginan untuk melampaui keterbatasan fisik, sehingga ingin mencapai kekekalan. Kekekalan disini bisa juga saya sebut pada ketakutan akan kemiskinan dan tak mencapai kebahagiaan. (bersambung)
Tidak ada komentar