Susana lapak pedagang di kawasan Ranca Lentah Balong Rangkasbitung awal dilakukan penataan/FacebookLEBAK – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten menggelar acara Forum Komunikasi Publik (FKP) Penataan Kota Rangkasbitung, pada Selasa, 11 November 2025. Acaranya dihadiri masyarakat, wartawan serta unsur lembaga kemasyarakatan.
Isu sentral diskusi, yaitu terkait rencana pemerintah daerah memindahkan atau merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati Jalan Sunan Kalijaga dan Tirtayasa ke Pasar Semi Rangkasbitung.
Dialog publik sepertinya menjadi puncak atas ikhtiar pemerintah daerah dalam upaya menyosialisasikan rencana relokasi PKL sebagai langkah awal rencana strategis penataan Kota Rangkasbitung. Selain itu, dialog juga dalam rangka menyamakan persepsi antara pemerintah, pedagang dan masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah daerah secara bertahap menyosialisasikan rencana relokasi kepada para PKL yang berjumlah ratusan.
Dalam dialog publik tersebut, Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Ekonomi Pemkab Lebak, Azis Suhendi menyampaikan, bahwa pemindahan PKL ke pasar Semi bukan semata-mata bagian dari langkah strategis upaya Pemkab melakukan penataan wajah Kota Rangkasbitung.
Langkah ini, ucap dia, juga bagian dari ikhtiar Pemkab meningkatkan kesejahteraan pedagang. Di mana, saat ini pasar Semi yang reseventatif sudah tersedia bagi PKL. Untuk mewujudkannya, perlu kolaborasi dari semua pihak.
“Kami ingin para pedagang naik kelas,” ucapnya.
Pertimbangan Pemkab memindahkan PKL, yaitu karena kondisi pasar Rangkasbitung saat ini sudah melebihi kapasitas.
Upaya Pemkab dibawah kepemimpinan Bupati Hasbi Jayabaya menata wajah Kota Rangkasbitung tentu harus didukung. Terlebih, salah satu ikhtiarnya yaitu menjadikan wajah Kota Rangkasbitung menjadi ikon destinasi wisata, seperti Malioboro, Yogyakarta.
Mewujudkan Kota destinasi memang bukan hal mudah-mudah, perlu akulturasi. Pemkab perlu membangun kesadaran masyarakat sadar wisata, disamping aspek utamanya menumbuhkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya, adalah keberadaaan PKL. Wajah Kota Rangkasbitung tak terlepas dari keberadaan PKL. Contoh, jalan RT Hardiwinangun, ruas tersebut merupakan magnet bagi PKL untuk berjualan. Melihat fakta tersebut, Pemkab tentu mencari formula agar kondisi jalan tak semrawut oleh PKL, namun disisi lain PKL tetap hidup.
Diera kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya, Pemkab telah membuat Selter lokalisasi khusus bagi PKL (Pujasera) di sekitar Alun-alun Rangkasbitung dan depan RSUD Adjidarmo dan Pujasera di Ranca Lentah Balong. Hanya saja Pujasera kini nyaris terbengkalai, karena ditinggal pedagang.
Tidak ada komentar