Ilustrasi bisa ular/Google/LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten membeli Antivenom atau anti bisa ular (ABU) dari Thailand. Anggarannya disiapkan sekitar Rp 642 juta.
Berdasarkan pantauan dari laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Lebak, pada Senin 24 November 2025, anggaran belanja anti bisa ular sebesar Rp642 juta. Anggaran sebesar itu untuk membeli kebutuhan 161 vial Antivenom Hematopolyvalent, dan 40 vial Antivenom Neuropolyvalent.
Di uraian singkat laman pengadaan disebutkan, produk antivenom yang dibutuhkan merupakan produk impor dari Thailand, karena sampai saat ini di Indonesia hanya tersedia Serum Anti Bisa Ular Polivalen (BioSave) produksi PT. Bio Farma (Persero), yang memiliki cakupan terbatas pada beberapa jenis ular (Naja sputatrix/kobra jawa, Bungarus fasciatus/ular belang, dan Agkistrodon rhodostoma/ular tanah).
Sementara itu, bisa ular lain yang bersifat neurotoksik, hemotoksik, kardiotoksik, maupun sitotoksik belum dapat ditangani dengan produk dalam negeri,” bunyi uraian singkat pekerjaan pengadaan produk tersebut.
Dihubungi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) setempat, Endang Komarudin menjelaskan, serum anti bisa ular tersebut nantinya akan disebar ke Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
“Untuk distribusinya akan diprioritaskan ke fasilitas-fasilitas kesehatan di wilayah endemis, yaitu kawasan Baduy, Cisimeut, Leuwimar, Muncang, Sobang, dan Cirinten,” kata Endang kepada wartawan.
“Pengadaannya, sekarang masih dalam proses lelang,” ucapnya. (*)
Tidak ada komentar