Kepala Lapas Serang Riko Stevi saat membuka program magang bagi mahasiswa di Lapas setempat/Humas Lapas/SERANG – Sebanyak 45 mahasiswa dari berbagai universitas se-Indonesia belajar memahami etos kerja lingkungan Lapas Serang. Mahasiswa yang magang adalah peserta program Kementerian tenaga kerja (Kemenaker).
Magang di lingkungan Lapas tentu merupakan hal biasa. Karena mereka harus belajar memahami etos kerja di ruang tertutup diantara para warga binaan.
Kepala Lapas setempat, Riko Stiven menjelaskan, mahasiswa yang magang merupakan peserta program dari Kemenaker, yaitu Batch 2 Fresh Graduate. Asa sebanyak 45 mahasiswa yang ikut program magang itu.
“Tentu ini jadi hal yang tak biasa bagi peserta magang. Karena mereka harus kerja dilingkungan tertutup diantara para warga binaan,” ucap Riko saat membuka program tersebut, pada Senin, 24 November 2024.
Menurutnya, program magang itu bertujuan memberikan kesempatan kepada fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan mereka di berbagai bidang.
‘Ekses lainnya, tentu diharapkan dapat memajukan organisasi pemasyarakatan,” ucapnya.
Para peserta magang sendiri, sambung dia, akan ditempatkan di berbagai bidang di Lapas, seperti administrasi, ketahanan pangan dan pelayanan kesehatan.
“Kami harap program magang ini dapat memberi manfaat banyak bagi peserta. Termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pemasyarakatan,” katanya.
Diketahui, program magang tersebut akan berlangsung selama beberapa bulan. Diakhir akan dilakukan evaluasi dan pemberian sertifikat kepada para peserta yang berhasil menyelesaikan program tersebut. (*)
Tidak ada komentar