Foto KH. Tb. Mahmud Nawawi/Dokumen Ist/
PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang berduka. Ulama kharismatik KH Tb Mahmud Nawawi atau yang dikenal Abah Anom meninggal dunia di RSUD Berkah Pandeglang, pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
Abah Anom merupakan pimpinan Pondok Pesantren dan Yayasan Darul Jannah yang berlokasi di Kampung Keboncau, Kelurahan/Kecamatan Pandeglang.
Almarhum meninggal dunia setelah mengalami nyeri dada dan sesak napas secara mendadak. Ia sempat dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang seusai Magrib, namun mengembuskan napas terakhirnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Tidak sempat dirawat karena saat hendak ditangani kondisinya sudah tidak bernapas. Innalillahi wa innailaihi rajiun, Abah telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya,” ujar Budi, anggota keluarga kepada media, pada Rabu 7 Januari 2025.
KH Tb Mahmud Nawawi meninggalkan lima orang anak, yakni Ratu Maelani Siti Pambayun, Ratu Hana Afifah, Ratu Gina Solihatin, serta Tubagus Son Haji, dari Hj Een Daenah dan Eni Nuraeni.
Diketahui, almarhum sebelumnya tengah mempersiapkan pernikahan putri keduanya, Ratu Hana Afifah, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari 2026.
Semasa hidup, Abah Anom aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ia tercatat sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal Satkar Ulama Banten.
Selain itu, almarhum rutin memimpin pengajian manaqiban setiap Sabtu sore dan istigasah setiap malam Selasa yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah. Ia juga menjabat Ketua Yayasan Darul Jannah serta Ketua Umum Relawan AA Banten.
“Atas nama keluarga, kami memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan almarhum semasa hidupnya,” kata Budi.
Jenazah almarhum dijadwalkan disemayamkan dan dishalatkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Jannah, Kamis (8/1/2026) pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, almarhum dimakamkan di Kramat Kebon Kopi, Kadugajah, Pandeglang.(*)
Tidak ada komentar