Papan informasi proyek program P4GAI di Kaduagung Barat/Muhamad Ubik/LEBAK – Pelaksanaan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GAI) di Daerah Irigasi Rancaletik, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten sosial. Dilapangan proyek yang dilaksanakan kelompok tani itu diduga terdapat sejumlah masalah.
Penelusuran awak media, kenggalan pertama terkait pembayaran upah pekerja. Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah bekerja selama 2 minggu namun belum menerima gaji.
“Iya pak, ini saya sudah 2 minggu belum digaji. Padahal saya sangat butuh untuk keperluan keluarga. Saya kerja di sini sudah 2 minggu belum menerima gaji,” ujarnya dengan nada cemas.
Saat ditanya, pekerja tersebut mengaku hanya menjalankan perintah kerja tanpa mengetahui mekanisme pembayaran. “Iya namanya saya mah kerja ya tidak tahu apa-apa. Suruh kerja ya kerja. Tetapi sudah 2 minggu ini saya belum menerima gaji,” lanjutnya.
Untuk mendapatkan informasi berimbang, tim media menghubungi Ketua Kelompok P3A Kaduagung Barat, Ibu Ninig, melalui WhatsApp.
Mengenai keterlambatan upah, Ibu Ninig beralasan anggaran belum turun seluruhnya. “Iya pa, saya masih di klinik. Iya pa karena anggaran belum semua turun,” katanya.
Soal jumlah tenaga kerja, Ibu Ninig menyebut total pekerja ada 7 orang. Namun temuan di lapangan berbeda. Pada hari kamis hanya terlihat 3 orang yang bekerja, dan pada hari Senin hanya 4 orang.
Berdasarkan data kontrak, kegiatan itu menelan anggaran sekitar Rp 195 juta tahun anggaran 2026, dengan pelaksanaan kegiatan P3A Pancor Gading.(*)
Tidak ada komentar