IlustrasiSETIAP orang pasti pernah mengalami atau merasa seakan hidupnya sedang dalam fase di titik terendah. Perasaan itu tentu sangat manusiawi, karena salah satu penggerak nadi kita adalah emosi.
Sedih hingga mencapai level keterpurukan mendalam kadang kala sering kali dikaitkan dengan sebuah kemalangan hidup. Padahal, itu hanya karena terjebak dalam ruang emosi yang menguras hormon Dopamin dalam diri kita itu sendiri.
Selain itu kesialan juga kadang kerap dikaitkan dengan sebuah kemalangan. Lantas demikian memang adanya, karena kita memang mahluk rigid yang sedang melawan entropi.
Semangat, hanya sebuah kata kiasan. Karena pada dasarnya kebutuhan energi ragawi kita memang dituntut harus bergerak, dan terus bergerak hingga mencapai level ke titik nol lagi.
Semua tidak semata-mata tentang filosofis. Menjadi hidup itu adalah bergerak mencari energi yang kita butuhkan. Keseimbanganya adalah di level psikologi. Tanpa keseimbangan itu energi biasa-bisa low di tengah perjalanan.
Diakhir kata, memanfaatkan energi hidup adalah jalan sangat bijaksana. Luangkan jiwa mu untuk berbahagia. Alahualam Bisawab……
Oleh: Galuh Malpiana
Seorang jurnalis, komikus dan musisi
Artikel ini sepenuhnya jadi tanggung jawab penulis, tidak mewakili pandangan redaksi
Tidak ada komentar