Sejumlah.truk angkutan pasir kompoi di salah satu ruas jalan di Kabupaten Pandeglang/Chanel Banten/PANDEGLANG – Puluhan truk sumbu tiga bermuatan pasir jalupang dari Banjarsari, Kabupaten Lebak, yang menuju Tangerang dan Jakarta dikeluhkan warga karena merusak sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pandeglang.
Truk-truk tersebut kerap berhenti dan mangkal di beberapa titik hingga menyebabkan jalan amblas dan rusak parah.
Pantauan di lapangan, truk bermuatan pasir itu berhenti di sepanjang Jalan Raya Pandeglang–Serang, tepatnya di Curug Sawer, depan Hotel “S” Rizky, sejak pukul 10.00 WIB hingga 02.00 WIB. Selain itu, ke arah Rangkasbitung–Pandeglang, sejumlah truk juga mangkal di depan Terminal Kadubanen yang kini kondisinya rusak parah dan amblas.
Akibat aktivitas truk-truk tersebut, kerusakan jalan semakin meluas dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Warga pun menilai Kabupaten Lebak diuntungkan, sementara Kabupaten Pandeglang harus menanggung dampak kerusakan infrastruktur.
Keluhan tersebut disampaikan Arip Wahyudin dari Pemuda Pergerakan Peduli Pandeglang (P4). Ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan di Pandeglang yang rusak akibat truk-truk besar dari luar daerah.
“Truk sumbu tiga bermuatan pasir jalupang dari Kabupaten Lebak jelas-jelas merusak infrastruktur jalan di Pandeglang. Namun aparat terkesan diam, dan Pemkab Pandeglang belum mengambil langkah preventif terhadap ratusan truk yang mangkal sembarangan hingga menyebabkan jalan amblas,” kata Arip Wahyudin kepada media, pada Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Arip, kerusakan tidak hanya terjadi di Curug Sawer dan Terminal Kadubanen. Di sepanjang Jalan Raya Labuan–Pandeglang, tepatnya di wilayah Saketi hingga Jembatan Goyang Lidah, Kecamatan Cipeucang, kondisi jalan nasional juga dilaporkan banyak yang amblas.
“Kami berharap ada tindakan tegas terhadap truk-truk sumbu tiga tersebut. Pemerintah provinsi juga jangan tutup mata melihat kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang akibat truk bermuatan pasir ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Rudiyanto, belum dapat dimintai keterangan terkait persoalan tersebut. Hal serupa juga belum mendapat tanggapan dari Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya.(*)
Tidak ada komentar