oleh

‘Maruk’ Nyambi jadi PPS, Seorang Oknum ASN di Kemenag Lebak Berdalih Bisa Atur Waktu Kerja

CHANEL BANTEN – Kasus double job dalam rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Lebak, masih ditemukan.

Salah satunya, ditemukan adanya seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kemenag Lebak, yaitu JP yang lolos rekrutmen dan kini sudah dilantik jadi PPS di Desa Rangkasbitung Timur.

Ditemui Chanel Banten, JP yang merupakan guru di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Lebak itu, mengaku bisa mengatur waktu kerja meski dirinya berstatus guru.

“Cara bekerja PPS itu kan bersifat kolektif kolegial tidak harus bekerja stanby di satu tempat dan di kerjakan bersama sama. Jadi saya bisa mengatur waktu,” kata JP, Rabu 25 Januari 2023.

“Saya bisa mengerjakannya di malam hari atau di waktu libur. Jadi tidak meninggalkan tugas pokok sebagai guru,” ujarnya.

Baca juga: Rekrutmen PPS di Lebak Diduga Syarat Kecurangan, Hasil Tes Tak Transparan

Ia mengatakan, jika dikemudian hari tidak cermat mengatur waktu. Maka Kepala urusan tata usaha (TU) dan Kepala sekolah (Kepsek) sebagai atasannya langsung bisa menyetop dirinya.

‘Begitu juga pekerjaan di PPS, jika saya tinggalkan maka ada sistim PAW secara otomatis yang di urut bawah itu naik sebagai pengganti,” kata JP.

Bahkan ia menyebut, bukan hanya dirinya saja yang berstatus ASN jadi PPS. Ada juga beberapa orang ASN lainnya yang menjadi penyelenggara Pemilu di Sekretariat Kecamatan. “Intinya kan bisa mengatur waktu,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, dirinya akan segera
menghadap Kepsek selaku pimpinannya untuk meminta izin dirinya menjadi PPS.

“Keputusannya seperti apa?, saya akan tunduk dan taat terhadap keputusan pimpinan saya,” ujarnya.

(Cecep Casmadi)