oleh

Kasihan Warga di Desa Ini, Setahun Air PDAM Tak Mengalir, Kini Water Meternya Malah Hilang Dicuri

CHANEL BANTEN – Sebanyak 30 unit Water Meter milik warga di Kampung Cimanggu, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dilaporkan raib dicuri.

Ironisnya, sejak mereka mendapatkan program hibah air minum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2021 silam. Mereka belum sempat menikmati air, karena selama ini air tak kunjung mengalir.

Kepala Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lebak, Ratu Tini membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, hasil pendataan ada sebanyak 30 unit Water Meter yang hilang dicuri.

“PDAM Cabang Rangkasbitung sudah berkirim surat mengenai hilangnya Water Meter itu ke PDAM Tirta Multatuli Lebak,” kata Tini kepada Chanel Banten, 25 Januari 2023.

Hilangnya Water Meter itu, sambung dia, sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak PDAM juga akan segera melakukan penanganan terkait hilangnya Water Meter tersebut.

Baca juga: Rumahnya Hanyut Terseret Banjir, Masri Warga Lebak Terpaksa Tempati Gubuk di Tengah Hutan

“Sudah dilaporkan ke polisi. Kami juga akan segera melakukan tindakan lanjut,” ucapnya.

Ia mengaku, untuk warga yang saluran airnya belum mengalir. Itu karena, pihak PDAM masih melakukan uji alir terhadap instalasi di permukiman warga Cimanggu.

“Lagi terus kami uji coba, ada memang yang sempat ditemukan bocor dan itu diperbaiki sambil terus dilakukan uji coba,” katanya

Kendala lain, kata dia, yaitu karena penyebab faktor alam, seperti bencana alam, kerusakan perpompaan dan lain sebagainya.

“Mudah mudahan sebelum jelang lebaran pelanggan PDAM didesa Rangkasbitung Timur sudah mengalir.

(Cecep Casmadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *