oleh

Rekrutmen PPS di Lebak Diduga Syarat Kecurangan, Hasil Tes Tak Transparan

Ilustrasi rekrutmen PPS. Foto: Radar Solo

CHANEL BANTEN – Rekrutmen pengurus Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Lebak, diduga syarat kecurangan.

Seperti yang terjadi dalam rekrutmen PPS di Kecamatan Muncang. Sejumlah peserta yang lolos seleksi melalui tes Computer Assisted Test (CAT) dengan nilai tinggi, namun justru dalam tes wawancara tidak lolos.

Seperti dikeluhkan, Al seorang peserta rekrutmen PPS di salah satu Desa di Kecamatan Muncang. Ia mengaku, telah mengikuti dua tes dalam seleksi PPS, yaitu CAT dan wawancara.

”Hasil tes CAT, saya mendapatkan nilai peringkat ke dua dengan nilai sebesar 73, namun untuk wawancara tidak diberi tahu jumlah nilainya,” kata Al, kepada wartawan, Minggu 22 Januari 2023.

“Saya dinyatakan tidak lolos, tapi setelah saya buka halaman Website SIAKBA KPU, ternyata wawancara saya lolos. Entahlah, saya tidak mengerti mekanisme penerimaan dari KPU ini seperti apa?. Saya ingin meminta klarifikasi dari KPU atau PPK bagaimana kriteria yang terpilih dalam tahapan akhir wawancara,” ungkap Al.

Al mengaku heran dan merasa tidak puas dengan rekrutmen yang dilakukan KPUD Lebak,. Sebab, pada saat tahapan wawancara, ia merasa seluruh pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan baik.

“Tapi hasilnya tetap kalah dengan peserta yang nilai CAT nya jauh dibawah, yang hanya 51. Bahkan, saat wawancara pun cengengesan tidak serius ketawa-ketawa. Maaf saya tidak bisa sebutkan namanya. Saya perhatikan peserta di sebelah saya, di lihat tidak ada keseriusan. Malah ketika ditanya salah jawabannya. Sama seperti disebelah saya, dan ada juga pertanyaan yang peserta itu tidak bisa jawab,” urainya.

Padahal, kata Al, secara normatif tes itu terdiri dari tertulis dan inteview yang penilaianya tergantung bobotnya, dan sebagai penyelenggara Pemilu harus netral.

Baca juga: Rumahnya Hanyut Terseret Banjir, Masri Warga Lebak Terpaksa Tempati Gubuk di Tengah Hutan

“Ya misal diduga bisa jadi titipan, mungkin balas jasa dan nepotisme, Sehingga ya menurut saya singkatan dari pada PPK (Panitia Pemilihan Keluarga) dan PPS (Panitia Pemungutan Sodara),inilah yang tidak bisa terbaca,” tegasnya.

Masih kata Al, secara rinci nilai wawancara ini tidak disampaikan kepada peserta, seharusnya Ia lolos dan masuk dua terbaik. Namun justru yang lolos adalah peringkat ke tiga, dan ke empat yang notabene nilai CAT di bawahnya.

”Yang anehnya lagi, nilai hasil tes wawancara tidak disampaikan, hanya ada info PDF informasi hasil semua peserta yang lolos di Kabupaten,” tambahnya.

Ia menilai, tes seleksi baik CAT dan wawancara hanya sebatas seremonial untuk menggugurkan kewajiban perekrutan anggota PPS.

”Seleksi hanya sebagai formalitas saja, serta dilihat dari kacamata saya, dalam rekrutmen PPK ini tidak di lihat dari pengalaman tes awal pas ikut PPK serta di lihat banyaknya kejanggalan-kejanggalan,’’ singgungnya.

KPUD Lebak juga dinilai kurang transparan dan tidak fair dalam proses seleksi. Selain hasil tes wawancara tidak dipublikasikan kepada peserta, KPU juga tidak mempertimbangkan pengalaman dan rekam jejak peserta.

Sementara Anggota PPK Kecamatan Muncang, Sadam mengatakan, dalam perekrutan anggota PPK, nilai CAT sangat menentukan lolos tidaknya menjadi anggota PPS. Namun, setelah diketahui sekarang berbalik menurut informasi dari KPU walaupun hasil nilai tes CAT nya tinggi itu tidak menjamin lolosnya mejadi anggota PPS.

“Saya menduga banyaknya unsur politik Computer Assisted Test (CAT) banyaknya titipan peserta PPS dari partai-partai poltiik kepada pihak KPU, sebagamana saya selaku anggota PPK tidak terlalu tahu masalah kebijakan-kebijakan keputusan pihak KPUD Lebak,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, wartawan masih terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak KPUD Lebak.

(Galuh Malpiana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Betul pak saya juga merasa seperti itu,, pada saat perekrutan 2 orang peserta yg lolos di desa …. sangat tidak masuk akal, pada saat CAT dapat nilai tidak lebih baik dari saya, dan salah satu peserta yg lolos pada saat wawancara saya rasa dia menjawab hanya cengengesan dan banyak jawaban yg salah, saya rasa berbanding terbalik dengan saya. Yang saya pertanyakan sama dari segi mana yg menentukan seseorang lolos dengan nilai CAT rendah dan pada saat wawancara hanya “cengengesan” bisa lolos? Yg saya tau di perusahaan2 wawancara sangat menentukan seseorang tersebut mempunyai kualitas atau tidak, tapi sekelas KPU yg dituntut untuk bersikap netral, jujur dan adil saya rasa tidak ada semua itu pada saat perekrutan PPS di tahun ini, memang rezeki ada yg mengatur tapi harus ada landasannya juga seseorang dipilih itu karena apa? Saya rasa bukan dari kualitasnya tapi dari siapa titipannya ?

    Mohon jaga identitas saya ya pak terimakasih