oleh

Usia Terima BLT BBM, KPM di Desa Talagasari Diduga ‘Digiring’ Belanja Ke Warung Dadakan Oknum Prades

Foto ilustrasi (Net)

CHANEL BANTEN – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM) di Desa Talagasari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, mengeluh.

Pasalnya, seusai menerima BLT-BBM senilai Rp500 ribu. KPM diduga langsung ‘digiring’ agar uangnya dibelajakan sembako ke warung ‘dadakan’ milik salah satu Prades di Desa itu.

Baca juga: Proyek UPPKB di Cimanuk Pandeglang ‘Keciduk’ Wartawan Pakai Gas 3 Kg, Pimpro Malah Teriaki Wartawan Maling

“Di Desa kami menerima bantuan berupa uang tunai Rp 500 ribu. Lalu setelah itu, kami diberi struk belanja dan diarahkan belanja sembako senilai Rp 250 ribu ke rumah seorang Prades bernisial S. Padahal, Prades itu tidak memiliki warung, dan hanya dadakan waktu itu saja,” kata salah seorang KPM yang namanya minta dirahasiakan, Senin 19 September 2022.

Ia mengaku sangat bersyukur sudah mendapatkan bantuan tersebut. Namun, ia menyayangkan sebagian uangnya harus diarahkan belanja sembako ke salah satu Prades.

“Aneh, masa belanja harus ke rumah Prades. Kan banyak warung sembako lainnya juga,” ujarnya.

Dari nilai uang belanja sebesar Rp250 ribu, ia hanya mendapatkan komoditas berupa beras 10 kilogram, telor 1 kilogram, daging ayam 1 kilogram, kacang ijo 0,5 kilogram dan jeruk 0,5 kilogram.

“Kalau belanja di agen atau pasar, mungkin bisa lebih dari itu dapatnya,” ujarnya.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala urusan kesejahteraan masyarakat (Kesra) Desa Talagasari, Ahmad Sarip membantah, telah mengarahkan KPM belanja kepada dirinya selaku perangkat desa.

“Ngga ada yang mengarahkan bebas belanja kemana saja. Kalau mau lebih jelas silahkan hubungi Pak Kades,” ujarnya.

Baca juga: Program RMU di Pandeglang, Poktan Srimukti Ngaku Belum Tahu Nilai Anggaran, Pembangunan Sudah Berjalan

Sementara hingga berita ini diterbitkan, Kades Talagasari dihubungi melalui sambungan telepon beberapa kali tidak merespon.

Wartawan kemudian berupaya meminta konfirmasi ke Sekretariat desa (Sekdes) setempat, Hudori. Ia mengaku, tidak mengetahui terkait jumlah KPM BLT BBM di desanya.

” Kalau untuk KPM BLT BBM, bukan saya menutupi. Namun, saya tidak tahu terkait itu,” singkatnya.

(Agus Wahyudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar