oleh

Proyek UPPKB di Cimanuk Pandeglang ‘Keciduk’ Wartawan Pakai Gas 3 Kg, Pimpro Malah Teriaki Wartawan Maling

Gas 3 Kg yang diduga digunakan dalam pengerjaan proyek UPPKB di Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. (Istimewa)

CHANEL BANTEN – Pelaksana proyek rehabilitasi UPPKB di Desa/Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, diduga menggunakan Gas subsidi 3 Kilogram.

Penggunaan Gas subsidi pekerja proyek Kementerian perhubungan (Kemenhub) yang dikerjakan PT Kramat Raya Utama itu, tertangkap kamera wartawan.

Pantauan sejumlah awak media di lokasi pekerjaan, Sabtu 10 September 2022, para tenaga kerja juga tampak tidak difasilitasi dengan perlengkapan keselamatan kerja (K3). Selain itu, papan proyek yang terpampang di lokasi pengerjaan juga tidak disertai nilai anggaran dan sumber anggaran. Hanya saja, wartawan yang mengambil gambar kegiatan proyek itu malah diteriaki maling oleh pimpinan proyek tersebut.

Baca juga: Program RMU di Pandeglang, Poktan Srimukti Ngaku Belum Tahu Nilai Anggaran, Pembangunan Sudah Berjalan

Salah seorang wartawan media online, Adang yang meliput ke lokasi proyek itu, menyayangkan sikap Rahmat selaku pimpinan proyek terhadap wartawan yang sedang meliput kegiatan proyek tersebut.

Sebab, sambung dia, ketika sedang melakukan tugas peliputan di lokasi proyek, wartawan malah diteriakkan maling oleh pimpinan proyek.

“Padahal Pak Rahmat tahu kami ini wartawan, kami datang pun atas permintaannya. Kemarahan Pak Rahmat diduga karena wartawan mengambil gambar atau video tenaga kerja yang tidak menggunakan K3 dan tabung gas elpiji 3 Kg yang digunakan untuk memotong besi oleh tenaga kerja,” kata Adang kepada Chanel Banten, Minggu 11 September 2022.

Menanggapi hal itu, salah seorang aktivis di Kabupaten Pandeglang, Ahmad Humaedi menyayangkan, adanya pelaksana proyek tidak mematuhi aturan dan peraturan tentang pengadaan barang dan jasa yang sudah diatur dalam ketentuan Undang -undang, Peraturan presiden (Perpres) hingga Peraturan Menteri (Permen).

“Kami menyesalkan masih ada proyek pemerintah yang diduga tidak transparan, dan bahkan pelaksanaanya terindikasi KKN,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Rahmat selaku pimpinan proyek tersebut mengaku, insiden yang terjadi dengan wartawan tersebut, hanya kesalah pahaman.

Baca juga: Rokok Diduga Ilegal Tanpa Cukai Beredar Luas di Pandeglang, Aparat Diminta Bertindak

“Ya benar memang ada sedikit keributan, tapi itu hanya kesalah pahaman,” katanya.

Kesalah pahaman itu, menurut dia, berawal dari ketidak tahuan dirinya bahwa yang datang merupakan wartawan yang akan meliput proyek tersebut.

“Saya tidak tahu yang datang ke tempat saya wartawan. Karena, sebelumnya wartawan itu tidak memperlihatkan identitas dan langsung mengambil gambar di lokasi kegiatan proyek,” katanya.

(Agus Wahyudi/Idris)