oleh

Pro dan Kontra Pilkades Citorek Timur, Ratusan Warga Kembali Datangi DPRD Lebak

CHANEL BANTEN – Pro dan kontra pelaksanaan Pemilihan Kepala desa (Pilkades) di Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, terus bergulir.

Setelah sebelumnya ada kubu warga yang menyampaikan aspirasi agar Pilkades tetap dilaksanakan atau menolak ditunda. Kini giliran warga dari kubu yang meminta agar Pilkades ditunda mendatangi Gedung DPRD Lebak, Kamis 8 September 2022.

Baca juga: Pastikan Penyaluran BLT DD Lancar, Polsek Panggarangan Mobile Lakukan Pengamanan Ke Desa

Salah satu perwakilan warga, Jajang Kurniawan menyampaikan, bahwa maksud kedatangan warga ke DPRD, yaitu agar pelaksanaan Pilkades di Desa Citorek ditunda.

“Kita minta Pilkades ditunda, karena Desa Citorek Timur adalah salah satu Desa yang termasuk Desa adat, yang mana Desa adat itu tidak harus melalui pemilihan,” kata Jajang Kurniawan.

Selaku perwakilan kasepuhan adat, pihaknya meminta DPRD untuk mendengarkan dan membantu untuk merealisasikan aspirasi warga agar Pilkades ditunda.

“Karena, sesuai dengan keputusan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bahwa Pilkades di Desa kami harus ditunda,” katanya.

“Kami juga menunggu Peraturan Bupati (Perbup) tentang perubahan desa ke desa adat yang sedang berproses, karena naskah akademiknya sudah ada,” ujarnya.

Baca juga: Soal Penolakan Pilkades Citorek Timur Ditunda, Tandatangan Sejumlah Warga Merasa Dipalsukan

Sementara, Wakil Ketua 1 DPRD Lebak, Ucuy Masyuri mengatakan, selaku legislatif hanya menampung aspirasi dari warga desa Citorek Timur.

“Untuk pengesahan desa adat itu bukan ranah kami. Jadi, hal yang wajar jika di Pilkades ini ada pro dan kontra dalam menentukan pelaksanaannya,” ungkapnya.

“Karena masing-masing warga yang mengajukan Pilkades ini punya dasar,” katanya.

(Otang Sunarya/Muhammad Ubik)