Rokok Diduga Ilegal Tanpa Cukai Beredar Luas di Pandeglang, Aparat Diminta Bertindak

CHANEL BANTEN – Rokok diduga Ilegal tanpa Cukai saat ini beredar luas di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, rokok salah satu merk kerap ditemukan dijual bebas di kios maupun pengecer.

“Peredaran rokok yang diduga ilegal tanpa cukai banyak ditemukan di sejumlah kios maupun pengecer di Pandeglang. Salah satu rokok yang kami temukan diduga ilegal tanpa pita cukai, salah satunya merk Boshe,” kata salah satu aktivitis di Kabupaten Pandeglang, Iwan, Senin 5 September 2022.

Baca juga: Bagun Sinergitas dalam Pencegahan Korupsi, LSM KPKB Akan Silaturahmi Ke APH di Kabupaten Lebak

Menurutnya, bebasnya peredaran rokok ilegal terbukti dengan banyaknya ditemukan rokok tersebut di kios hingga pengecer yang secara bebas diperjualbelikan.

“Harga rokok itu memang relatif murah dengan harga jual Rp 10 ribu, dan bisa dibeli di warung kecil hingga agen besar,” kata Iwan.

Berdasarkan penelusurannya, kata dia, rokok dengan merek itu salah satunya dijual di pemasok wilayah Labuan dan agen besarnya di daerah Citeureup dan Munjul.

“Maraknya penjualan rokok yang diduga ilegal ini bukan rahasia umum lagi, siapapun bisa membeli nya. Ini diduga karena lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mendesak pihak terkait seperti Bakorwil Banten Bea Cukai bertindak dan jangan sampai tutup mata dengan maraknya peredaran rokok ilegal tersebut.

Baca juga: Dua Anggota Polres Lebak dapat Penghargaan Best Police Of The Month 2022

Pasalnya, hal itu sudah jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai yang tertuang dalam Pasal 54. Dimana menyebutkan, menawarkan atau menjual rokok polos atau rokok tampa cukai terancam pidana Penjara 1 sampai 5 tahun dan/atau Pidana denda 2 sampai 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.

“Kami harap Bakorwil Banten bisa segera bertindak dengan melibatkan unsur Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas perdagangan setempat,” katanya.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih terus berupaya meminta konfirmasi ke pihak-pihak terkait.

(Agus Wahyudi)