oleh

Peran Media Massa Dalam Panggung Politik 2024

Oleh : Iman Fathurohman
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang

MESKIPUN pemilu dan pilpres 2024 masih sekitar satu tahun lebih lagi, akan tetapi beberapa partai politik sudah melakukan berbagai manuver politik dengan melakukan berbagai cara, yaitu mulai dari safari politik hingga beberapa konsolidasi pertemuan antara partai untuk menjajaki koalisi terutama pengurus partai tingkat pusat, bahkan kader-kader partai sudah melakukan konsolidasi untuk meraih simpati masyarakat pada panggung pesta demokrasi politik 2024 nanti.

Sejumlah partai mulai merapatkan barisan untuk melakukan konsolidasi dan melakukan pertemuan dengan penguatan kader-kader partai demi meraup suara dan dukungan masyarakat. Terutama kader-kader yang akan kembali bertarung di pemilu pemilihan legislatif DPRD Kabuapten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Gubernur dan pilpres 2024.

Untuk itu, jelang pemilu sejumlah parpol mulai melakukan manuver politik dan lobi-lobi politik sejumlah elit akan terus terjadi sebelum akhirnya penetapan calon dan kandidat yang akan maju pada pemilu 2024 nanti. Dimana sejumlah manuver serta cara para partai politik pastinya akan melakukan strategi politik dalam hal ini, untuk memastikan langkah yang tepat di pemilu 2024.

Kegiatan politik di tingkat pusat juga dibarengi dengan kegiatan politik sejumlah partai di daerah, seperti di tingkat provinsi dan Kabupaten/kota. Sebab, ujung tombak dalam meraup simpati dan suara rakyat, menjadi tanggung jawab kader tingkat partai di daerah, yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bahkan beberapa partai politik sudah mulai launcing pembukaan pendaftaran bagi bakal calon legislatif (Bacaleg), untuk mengisi daerah pemilihan masing-masing dengan menmpatkan kader-kader terbaiknya, untuk mendulang suara yang signifikan.

Peran Media Masa
Dalam, peran dan keterkaitan media massa untuk membingkai realitas dengan cara mengkonstruksi pemberitaan yang dihasilkan oleh wartawan pada peristiwa yang dihasilkan.

Soalnya, media massa memiliki fungsi sebagai kontrol sosial di tengah arus informasi yang sangat cepat saat ini (internet). Sebab fungsi media yaitu sebagai pemberi informasi, edukasi (mendidik), dan pengawasan. Ketentuan tersebut juga mengacu kepada aturan undang -undang dan kode etik jurnalistik, karena media harus netral dari berbagai kepentingan yang ada dalam pemberitaan  pada pesta demokrasi baik itu pileg, pilkada, pilgub maupun pilpres.

Dengan melihat pada pemilu tahun 2014 dan 2019 ada sejumlah media yang belum bisa bersikap netral pada beberapa pasangan calon kandidat Cagub, cabup dan calon anggota DPR bahkan pada calon presiden. 

Soalnya, karena tidak terlepas dari kepentingan, dimana beberapa media juga membutuhkan pemasukan untuk perusahaan sehingga dijadikan momen untuk mencari keuntungan atau pemasukan buat media tersebut. Yang terpenting dalam setiap pemasukan bagi media tidak melanggar kode etik jurnalistik.

Sebab, dalam kode etik jurnalistik keterkaitan media massa dalam membingkai realitas dengan cara mengkonstruksi pemberitaan yang dihasilkan oleh wartawan pada peristiwa yang dihasilkan.

Hal ini tidak terlepas dari kepentingan, dimana beberapa pemilik media juga sebagai bagian dari pendiri, pemilik saham salah satu partai politik di tanah air. Padahal jelas dalam Kode etik jurnalistik pasal 1 menerangkan wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk. Sehingga, setiap media wajib menjaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu. 

Perihal pemberian, Kode Etik Jurnalistik yang sudah tertera di Dewan Pers juga harus menjadi ketentuan dan rujukan media massa terutama wartawan di lapangan maupun di manajerial perusahaan harus mengetahui dan menjalankan prinsip kode etik jurnalistik.

Dalam pelaksanaan Pileg, pilgub, Pilkada dan Pilpres tidak terlepas dari aturan pelaksanaan kampanye, apakah kampanye secara terbuka dimuka umum atau melalui media cetak dan elektronik, karena Media atau pers merupakan salah satu pilar demokrasi dan dapat dijadikan media pendidikan politik. Sebab, media mempunyai peranan penting dalam mengontrol proses politik agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Memberikan Edukasi dan Pendidikan
Karena, Media massa mempunyai peranan penting yaitu sebagai perekat bangsa , dimana media mempunyai fungsi sebagai pemersatu dengan melakukan pemberitaan yang mencerahkan, mengedukasi dan mendidik dengan tidak menyudutkan pasangan calon maupun membuat konten yang bisa meresahkan masyarakat dengan tentunya, memberikan informasi yang valid,berimbang dan terpercaya dengan tidak melakukan intrik adu domba, dalam beberapa konstruksi pemberitaan di tiap media dengan framing pada setiap konten pemberitaan yang ada.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed