oleh

Kisah Pilu Egi, Warga Miskin di Desa Cimandiri Penderita Lumpuh yang Butuh Bantuan

CHANEL BANTEN – Egi Herdiansyah (15) tampak tak berdaya dipangkuan ayahnya. Sudah hampir 14 tahun, anak malang itu menderita penyakit lumpuh total.

Egi merupakan anak dari Maman (38), warga Kampung/Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.

Selama ini, Egi dirawat oleh ayahnya seorang duda yang hanya merupakan pekerja serabutan. Kondisi tubuh Egi sangat memperhatikan, badanyat tampak kurus.

Baca juga: Soal Nasib PKL Eks Sunan Kalijaga, Disperindag Lebak Klaim Sudah Punya Solusi

Egi memiliki kaka kandung. Namun, Kaka kandungnya yang sudah menikah itu tinggal bersama suaminya di Jakarta.

Dengan penuh kesedihan, Maman menceritakan bahwa pada usia 2 bulan, Egi awalnya mengalami kejang-kejang. Sempat dilakukan perawatan. Bahkan sampai dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta.

Nasib berkata lain, semejak itulah Egi terbujur kaku, tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur yang seadanya.

“Semenjak istri saya meninggal, saya tidak bisa bekerja. Hanya tinggal di rumah merawat Egi,” ujar Maman, ketika dijumpai dirumahnya, Kamis 4 Agustus 2022.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya mengandalkan kiriman yang tak seberapa dari anaknya yang tinggal dikota. Sesekali ada tetangga dan kerabat yang memberi sedikit uang, pempers, beras dan makanan.

Maman menceritakan, tahun 2019 lalu dirinya pernah mendapatkan program BPNT, namun karena datanya masih atas nama istrinya yang sudah meninggal, sehingga bantuan BPNT-nya tidak keluar lagi.

Kepala desa (Kades) Cimandiri, Pei mengatakan, bahwa pemerintah desa sudah melakukan verifikasi dan melakukan input perubahan data dalam aplikasi SIKS-NG.

“Memang benar, kartu BPNT yang dulu atas nama Eti, istri Maman yang sudah meninggal 5 tahun silam,” katanya.

Untuk BPJS kesehatan dari pemerintah lanjut Pei, keluarga Maman sudah memilikinya dan sampai sekarang kartunya masih aktif.

“Mudah-mudah kedepan keluarga Maman bisa kembali menerima program BPNT, PKH, bantuan Disabilitas dan bantuan sosial lainnya,” ujar Pei.

Dibantu Maksimal
Ditempat yang sama, Iik Supriadi, Pendamping PKH Desa Cimandiri menuturkan bahwa pihaknya bersama pemerintah desa sudah melakukan verifikasi dan perbaikan data pada aplikasi SIKS-NG. Bahkan dirinya sudah menyampaikan kondisi ini kepada Korkab PKH dan Dinsos Lebak.

Baca juga: Persiapan Porprov VI Banten 2022, KONI Lebak dapat Bantuan dana dari Pemkab Lebak

“Kita akan bantu dengan maksimal, agar pak Maman bisa kembali menerima Program BPNT, PKH dan bantuan Disabilitas,” ujar Iik.

Iik juga berharap ada dermawan yang bisa membantu kebutuhan sehari-hari keluarga ini, karena Maman tergolong warga miskin.

“Egi tiap hari pakai pempers. Makan nasi dan lauk dia gak mau. Jadi sehari-hari dia makan bubur dan minum susu cair,” pungkasnya.

(Ade PK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar