oleh

Distan Lebak Klaim Produksi Beras Surplus 79.959 Ton, Bisa Penuhi Kebutuhan Hingga Awal 2023

CHANEL BANTEN – Dinas pertanian (Distan) Lebak, mengklaim produksi beras sampai Juni 2022 surplus 79.959 ton atau mencukupi kebutuhan hingga awal 2023.

Selain itu, Distan juga menggenjot produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan melalui percepatan tanam.

“Pemkab Lebak juga berkomitmen membangun infrastruktur jaringan irigasi dan pompanisasi bagi para petani,” kata Kepa Bidang Produksi Distan Lebak, Deni Iskandar, Kamis 21 Juli 2022.

Baca juga: Korupsi Dana Bergulir Rp 336 Juta, Mantan Ketua dan Bendahara Koperasi Bangkit Dijebloskan Ke Penjara

Untuk mendukung itu, sarana infrastruktur irigasi dan pompanisasi akan dipastikan dapat mendukung petani bisa tanam tiga kali selama setahun. Pasalnya, lahan milik petani sekarang teraliri air.

Umumnya, menurut Deni, petani di Kabupaten Lebak hanya dua kali tanam akibat kesulitan pasokan air. Sekarang, hampir semua wilayah di kawasan tersebut telah tersentuh jaringan irigasi, baik irigasi teknis, semi teknis dan irigasi desa.

Selain itu, juga lokasi areal persawahan yang tidak memiliki jaringan irigasi atau kesulitan air maka dilakukan pompanisasi dengan menyedot air sungai maupun sumber mata air.

“Kita berharap petani bisa panen tiga kali dalam setahun, sehingga dapat meningkatkan produksi pangan juga ekonomi petani menjadi lebih baik,” kata Deni.

Baca juga: Diskusi Mingguan IWO Lebak: Kadis DPMPTSP Ajak Wartawan Wujudkan Iklim Investasi yang Kondusif

Pemkab Lebak juga melakukan intervensi kepada petani dengan memberikan benih varietas unggul dengan masa panen 101 hari setelah tanam. Penyaluran benih varietas unggul itu guna meningkatkan produksi dan produktivitas pangan juga tahan terhadap serangan hama.

Karena itu, Pemkab Lebak beberapa tahun terakhir sebagai sentra pangan terbesar di Provinsi Banten dan dapat menyumbangkan ke daerah lain, seperti Tangerang, Bogor dan Jakarta.Saat ini, kata dia, produksi pangan di Kabupaten Lebak dari Januari-Juni 2022 sebanyak 159.006 ton setara beras. Sementara kebutuhan konsumsi beras dari Januari sampai Juni 2022 sebanyak 79.047 ton.

Maka, produksi beras sampai Juni 2022 surplus 79.959 ton atau mencukupi kebutuhan selama enam bulan ke depan hingga awal 2023. “Kami terus membangun infrastruktur sarana air mulai irigasi hingga embung untuk memenuhi pasokan air,” kata Deni.

(Cecep Casmadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *