oleh

Kawasan Terpadu Wisata Kuliner ‘Nganggur’, Alun-alun Pandeglang yang Seharusnya Steril Malah Ramai PKL

Kawasan Terpadu Wisata Kuliner Pandeglang. (Dok. Chanel Banten)

CHANEL BANTEN – Pemkab Pandeglang, dinilai masih ‘setengah hati’ dalam menegakan Perbup tentang Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan (K3) di kawasan Alun-alun Pandeglang.

Pasalnya, meski sudah dipasang spanduk imbauan sterilisasi kawasan itu dari PKL. Namun, faktanya PKL masih tetap ‘bercokol’ dikawasan itu.

Baca juga: Antisipasi Gangguan Distribusi Air, PDAM Lebak Imbau Pelanggan Siapkan Cadangan Tandon Air

Ironisnya, kawasan wisata kuliner yang seyogyanya diperuntukan bagi PKL terkesan nganggur. Terlebih, sarana dan prasarana di kawasan itu masih belum memadai.

“Kami sangat berterima kasih pada pemerintah daerah yang telah menyediakan tempat relokasi bagi PKL di kawasan wisata kuliner. Namun, kami merasa prihatin, kenapa kawasan Alun-alun Pandeglang masih tetap ramai oleh PKL. Padahal kawasan itu harusnya steril,” kata Maya Hendriani pedagang kawasan Wisata Kuliner Pandeglang, pada wartawan Senin 18 Juli 2022.

Hampir senada dikatakan pedagang lainnya, Egi. Para pedagang yang tergabung dalam Kelompok Pedagang Mikro Anak Indonesia (KPMAI) merasa kecewa dengan tidak tegasnya pemerintah daerah menegakan Perda K3.

“Padahal spanduk larangan berjualan di Alun-alun Pandeglang begitu besar, tapi tak dianggap. Ini karena tidak ada ketegasan dari penegak Perda,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Tak Tegas! PKL Tetap ‘Bandel’ Penuhi Kawasan Alun-alun Pandeglang

Egi dan Maya serta para pedagang lainnya tetap setia mengisi lapak di kawasan wisata kuliner sejak diresmika. 17 Agustus 2019 lalu hingga kini. Meskipun, sarana prasarana di kawasan wisata kuliner belum memadai sebagai tempat relokasi PKL yang repensentatif.

“Adanya, Kasat Pol PP Pandeglang yang baru dilantik. Kami harap dapat tegas mengamankan kebijakan dan intruksi Bupati Pandeglang mensterilkan kawasan Alun-alun Pandeglang,” ujarnya.

(Galuh Malpiana)