oleh

Awas! Odong-odong Tak Boleh ‘Mengaspal’ di Jalan Raya, Jika Melanggar Ini Sanksinya

CHANEL BANTEN – Satuan Polisi Lalulintas Polres Lebak, memasang spanduk imbauan kendaraan odong-odong tidak beroperasi di Jalan Raya.

Hal itu dengan sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kasat Lantas Polres Lebak, AKP Kresna Ajie Perkasa mengaku tengah mengintensifkan sosialisasi imbauan agar kendaraan odong-odong tidak beroperasi di Jalan Raya. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan spanduk imbauan yang dipasang di beberapa titik keramaian di daerah Kota Rangkasbitung.

Baca juga: Satpol PP Lebak Tutup Tempat Usaha yang Beroperasi Mirip Club Malam di Cempaka

“Spanduk imbauan kita pasang disejumlah titik,” kata AKP Kresna Ajie Perkasa kepada wartawan, Rabu 13 Juli 2022.

Ia menjelaskan, kendaraan wisata atau odong-odong hanya boleh dipergunakan di are wisata atau areal tertentu. Tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 288 (1), Pasal 277, Pasal 278, Pasal 285 (2),. pasal 208 tentang Standar Fisik Administrasi Kendaraan dan Ijin Trayek.

Baca juga: Peredaran Narkoba Kian Menghawatirkan, BNK Lebak Gencarkan Sosialisasi P4GN

“Kendaraan odong-odong, selain membahayakan keselamatan penumpang juga bisa membahayakan keselamatan para pengguna jalan lain. Jika masih menemukan adanya kendaraan odong-odong beroperasi di jalan raya akan bertindak tegas melakukan penilangan,” tegas Kresna.

Pemasangan spanduk himbauan ini bertujuan agar masyarakat dan para pemilik odong-odong dapat mematuhi rambu-rambu dan Peraturan Lalu Lintas sehingga tercipta Keamanan Ketertiban dan kelancaran dalam Lalu lintas (kamseltibcarlantas) demi keselamatan bersama.

(Muhammad Ubik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *