oleh

Agustus 2022, Pengerjaan Jalan Dampak Longsor di Cikulur Rp 1,2 Miliar Ditarget Sudah Selesai

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Lebak, Hamdan Soleh. (Dok: Chanel Banten)

CHANEL BANTEN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, membangun jalan terdampak bencana alam longsor di Kecamatan Cikulur.

Pengerjaan jalan sepanjang 30 meter dengan anggaran Rp 1, 2 miliar itu, ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2022 mendatang.

“Kita menargetkan jalan itusudah selesai dan bisa digunakan pada Agustus 2022,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Lebak, Hamdan Soleh di ruang kerjanya, Senin 11 Juli 2022.

Baca juga: Seorang Pria di Serang Ditangkap Polisi, Buang Anaknya yang Masih Bayi Hasil Cabul

Pembangunan jalan yang terdampak bencana alam itu sangat vital, karena menghubungkan dengan wilayah Lebak bagian selatan.

Ruas jalan itu Sampay – Gunungkencana- Malimping – Bayah, terdampak tanah bergerak, tepatnya ditanjakan Tajur Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur.

Saat ini, kata dia, kondisi jalan tersebut tengah dikerjakan dengan kontruksi beton dan pemasangan beberapa titik tiang penyangga agar memiliki kekuatan dan tahan longsor maupun tanah bergerak.

“Kami optimistis bulan depan ruas jalan itu sudah rampung dan dapat menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk kelancaran mengangkut hasil bumi dan peternakan serta perikanan ke luar daerah,” katanya .

Lebih dari itu, hamdan berharap, perbaikan jalan akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Khususnya masyarakat Cikulur. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas semakin dimudahkan, sehingga mampu mencapai tujuan ekonomi dan non ekonomi.

Baca juga: Satpol PP Lebak Tutup Tempat Usaha yang Beroperasi Mirip Club Malam di Cempaka

Ia mengatakan, ruas jalan tanjakan Tajur yang dibetonisasi itu sepanjang 30 meter dan lebar 8 meter dengan menghabiskan dana Rp 1, 2 miliar.

Jalan yang terdampak bencana alam itu dikerjakan pihak ketiga dan dipastikan lebih berkualitas juga tahan terhadap longsoran dan tanah bergerak ucapnya.

Selama ini, kondisi ruas jalan Kabupaten Lebak sepanjang 773 kilometer dan yang kondisinya layak dilintasi angkutan sekitar 68 persen.

“Kami menargetkan tahun depan sekitar 70 persen jalan kabupaten layak dilintasi dengan betonisasi dan aspal hotmix,” tuturnya.

(Cecep Casmadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *