oleh

Selama 8 Tahun, PT. Suda Miskin Tak Nambang Emas, Hanya Tanam Poho Porang, Kepala DPMPTSP: Itu Aneh?

CHANEL BANTEN – Komisi 1 Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin, 27 Juni 2022.

RDP dipimpin Ketua Komisi 1, Enden Mahyudin membahas terkait aktivitas pertambangan emas PT Suda Miskin yang diduga tidak berizin.

Selain itu, selama hampir delapan tahun, bahkan hampir memasuki masa konsesi habis. Perusahaan itu tidak melakukan aktivitas pertambangan emas dan hanya menanam pohon porang.

Baca juga: Perbaiki Jalan Cikumpay-Ciparay, Baralak Apresiasi Respon Cepat DPUPR Lebak

Enden Wahyudin mengatakan, PT Suda Miskin sejauh ini belum mengantongi dokumen perizinan bangunan gedung (PBG) atau pengganti surat izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Yosep M Holis membenarkan, PT Suda Miskin salah satu perusahaan penambang emas belum memiliki dokumen PBG atau IMB.

“PT Suda Miskin ada sejak tahun 2013 atau sudah sembilan tahun. Tetapi, belum ada PBG-nya. Selain itu, masa konsesinya hampir habis yaitu pada tahun 2023 mendatang,” kata Yosep.

“Mungkin ketidaktahuan pihak PT Suda Miskin tentang izin yang harus ditempuhnya. Kami pihak PTSP akan mengadakan pembinaan terhadap investor yang akan beroperasi di Kabupaten Lebak,” lanjutnya.

Yosep menjelaskan, dari 30 hektare lahan yang dibutuhkan untuk pertambangan tersebut, baru 10 hektare yang dibebaskan. Anehnya lahan tersebut ditanami pohon porang. ‘Kami masih menganalisa hal itu,” kata Yosep.

General Manager PT Suda Miskin, Ridwan mengakui, perusahaannya hanya belum memiliki dokumen PBG. Itu karena, beranggapan aktivitas perusahaanya belum memiliki gedung permanen.

Baca juga: Berperan Lawan Peredaran Narkoba, Perank Lebak Raih Penghargaan P4GN dari BNNP Banten

“Baru ada bangunan sementara yang terbuat dari GRC atau semacam partisi. Maka, kami beranggapan belum perlu membuat PBG,” ujarnya.

Terkait belum adanya aktivitas tambang emas dan hanya ada penanaman pohon porang di lokasi lahan yang sudah dibebaskan. Pihak perusahaan mengklaim bahwa itu karena perusahaan saat ini baru tahap eksplorasi.

“Memang belum ada pengeboran emas, karena baru tahap eksplorasi. Makanya kita manfaatkan lahannya dengan ditanami pohon porang, kan sayang lahannya sudah kita beli,” kata Ridwan.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *