oleh

Kencur jadi Tanaman Budidaya Andalan di Badui, Ternyata Omsetnya Segini Setiap Panen

CHANEL BANTEN – Tanaman kencur saat ini menjadi salah satu budidaya andalan bagi petani di Badui, Kabupaten Lebak. Omsetnya cukup menggiurkan, sekali panen bisa mencapai belasan juta rupiah.

“Tanaman Kencur menjadi salah satu budidaya adandalam petani di Badui. Kami bisa menghasilkan pendapatan dari panen kencur hingga belasan juta rupiah,” kata Santa (45) seorang petani Badui, Selasa 21 Juni 2022.

Baca juga: Dispora Lebak Apresiasi ‘Sikembar’ Anah dan Anih Atlet Boccia Raih Prestasi di Peparpeda 2022

Petani Baduy melakukan gerakan menanam kencur di  perkebunan dan ladang. Penanaman budidaya kencur sangat mudah dan tidak banyak pemeliharaan dan perawatan, cukup menanam potongan benih kencur ke lubang tanah hingga dipanen. Waktunya selama 10 bulan.

Saat ini, kata dia, harga kencur di tingkat pedagang pengumpul Rp20 ribu/kilogram.

“Kami bisa meraup penghasilan dari panen kencur Rp14 juta dengan produksi tujuh kuintal dan harga Rp20 ribu/kg, ” kata Santa yang mengelola lahan cukup luas.

Hal senada juga diungkapkan petani Badui lainnya, Pulung (60) warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, bahwa  dirinya merasa terbantu dengan hasil pertanian berupa kencur.

Penghasilannya  mencapai Rp14 juta dari tanam seluas satu hektare,  dengan produksi tujuh kuintal atau 700 kilogram.

Penanaman kencur biasanya dengan sistem tumpang sari bersama tanaman jagung, sayur-sayuran dan pisang.

“Kami menanam kencur di luar kawasan masyarakat adat di Kecamatan Leuwidamar, ” katanya.

Asep (50) petani Baduy menambahkan, selama ini tanaman kencur menjadi andalan ekonomi petani Baduy, selain jahe, pisang, endok tiwu dan sayuran.

Permintaan kencur cenderung meningkat untuk dipasok ke Pasar Rangkasbitung dan Tangerang hingga Jakarta.

“Kami bisa menjual hasil panen sebanyak 500 kilogramnya dengan harga Rp 20 ribu/kilogram,” ungkapnya.

Baca juga: Terpilih jadi Ketua SC 234 Lebak, Aryo Lukito: Organisasi Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Sikandar mengatakan pemerintah daerah mendorong petani Baduy agar memperluas budi daya kencur, sebab produksi kencur di daerah ini hanya petani Baduy.

Kelebihan tanaman kencur Baduy itu asli organik tanpa menggunakan pupuk kimia.

“Kami minta petani Baduy terus melakukan gerakan tanaman kencur untuk kesejahteraan masyarakat Badui,” tutupnya

(Cecep Casmadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed