oleh

Ditemukan Kasus Indikasi Ternak Terinveksi PMK, 2 Kecamatan di Pandeglang di Isolasi

CHANEL BANTEN – Pemkab Pandeglang menemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terindikasi terjangkit pada hewan ternak di wilayah setempat.

Temuan itu, berdasarkan hasil pantauan dan monitoring dinas terkait menjelang
perayaan Hari Raya Idul Adha tahun 2022.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang, Wahyu Widianti mengatakan, ada sebanyak 28 hewan ternak yang positif terpapar PMK itu diduga berawal dari hewan ternak yang didatangkan dari daerah yang terpapar wabah PMK. Hewan ternak yang terjangkit PMK, terdiri dari 23 ekor sapi dan 5 ekor kerbau.

Baca juga: Satreskrim Polres Pandeglang Tangkap 2 Pelaku Pembobol Toko, Begini Modusnya

“Hewan ternak terjangkit PMK itu ditemukan di tiga kandang milik peternak di dua kecamatan. Sebagai penanganan dan tindakan, hewan ternak itu di isolasi mandiri,” kata Wahyu Widianti kepada wartawan saat mendapingi Kapolres Pandeglang meninjau kandang ternak di Kecamatan Cimanuk dan Pandeglang, Minggu 18 Juni 2022.

Atas temuan kasus itu, kata dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kapolres Pandeglang untuk menjaga keluar masuknya hewan ternak ke Kabupaten Pandeglang terutama dari daerah yang terpapar PMK.

“Pak Kapolres sudah mengintruksi kepada para Kapolsek di dua kecamatan itu. Kasus ini juga sudah dilaporkan kepada Distan Banten,” katanya.

Dijelaskannya, dalam upaya penangan PMK pada hewan ternak sama seperti covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri pada sapi dan kerbau.

Baca juga: Membahayakan! Kabel Listrik Melintang di Jalan Alun-alun Pandeglang, Diduga Saluran Terkoneksi ke PKL

Pihaknya juga telah melakukan ritmen penyuntikan vitamin, antibiotik, dan peningkatan bio scurity dimasing-masing kandang.

“Selain itu kita juga menyampaikan pada pemilik, yang bertugas di kandang hanya pemilik dan penjaga selain itu tidak boleh,” bebernya.

Baik Puskeswan dan Bidang Keswan terus melakukan pemantauan tiap hari dengan tetap melakukan SOP PMK menggunakan APD, bahwa virus PMK nyata adanya dan penyebarannya pun sangat cepat.

“Alhamdulillah kita lihat disatu kecamatan sudah sembuh, seperti lepuh dan mulut sudah hilang, air liur berlebihan sudah berkurang,” pungkasnya.

(Galuh Malpiana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar