oleh

Soal Oknum Hakim Terjerat Narkoba, Perank Lebak, R. Didi Suharyadi: Jatuhi Sanksi Tegas!

CHANEL BANTEN – Aktivis penggiat anti narkotika, R. Didi Suharyadi mengecam tindakan 2 oknum Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung yang diduga terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.

Ia mendesak, dua oknum tersebut dijatuhi sanksi tegas. Karena, sikap oknum itu dinilai tidak memberikan contoh pada masyarakat.

Baca juga: Diduga Terjerat Narkoba, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap BNN

Baca juga: Berada Diarea Lahan Milik PT KAI, Makam Bupati Ke-3 Lebak Dipindahkan

“Ini adalah preseden buruk. Kedua oknum itu harus diberi sanksi tegas,” kata R. Di Suharyadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Anti Narkoba (Perank) Kabupaten Lebak kepada Chanel Banten, Selasa 24 Mei 2022.

Ia mengaku, tak menyangka seorang hakim yang notabene bisa dibilang ‘wakil tuhan’ bisa terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Seyogyanya, hakim harus menjadi panutan atau contoh di masyarakat, bukan sebaliknya.

“Saya menduga masih ada oknum semacam itu. Sehingga, aparat penegak hukum harus mengusut kasus itu,” katanya.

Perank selaku penggiat anti narkoba akan terus mengawasi dan mengawal para oknum yang terlibat dugaan narkoba tersebut. “Kita akan terus mengawal kasus ini,” kata Didi.

Baca juga: Bangunan Liar Marak, Aktivis Tuntut Pemkab Lebak Bertindak dan Tidak ‘Lengah’

Baca juga: Motor Mogok Ternyata hanya Modus! Pelaku Begal di Lebak Rampas Motor Korban

Diketahui, 2 (dua) oknum hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Banten, ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Selasa 17 Mei 2022 lalu. Keduanya ditangkap, karena diduga telah menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Selain menangkap oknum hakim masing-masing bernisial YR (39) dan DA (39), BNN juga menangkap seorang kurir RASS seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

(Galuh Malpiana)

Komentar