oleh

Diduga Terjerat Narkoba, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap BNN

CHANEL BANTEN – 2 (dua) oknum hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Banten, ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Selasa 17 Mei 2022 lalu.

Keduanya ditangkap, karena diduga telah menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Selain menangkap oknum hakim masing-masing bernisial YR (39) dan DA (39), BNN juga menangkap seorang kurir RASS seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Demo di DPRD Lebak, Mahasiswa Tuntut Klarifikasi Soal Klaim JB Kiai dan Ulama Dukung Jokowi 3 Periode

Kepala BNNP Banten, Hendri Marpaung menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat, bahwa ada pengiriman narkotika melalui jasa pengiriman barang atau ekspedisi.

“Berbekal laporan itu tim BNN beserta Bea Cukai Kanwil Banten melakukan penyelidikan dan pendalaman,” kata Hendri Marpaung dalam keterangan salinan pres rilis tertulis yang diterima awak media, Senin 23 Mei 2022.

Berbekal laporan itu lah, tim dipimpin Kepala BNN Banten pada Selasa 17 Mei 2022 bergerak, dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka RSS di Ageng Ekspedisi TIKI di Jalan Ir. Juanda, Rangkasbitung, saat sedang mengambil paket yang isinya narkoba jenis sabu.

“Tim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka lainnya, yaitu YR di PN Rangkasbitung,” katanya.

Tim melanjutkan dengan melakukan penggeledahan ruangan kerja kantor YR. Kemudian petugas juga mengamankan rekan kerja YR, yaitu DA yang juga diduga ikut menggunakan narkoba bersama YR.

“Petugas mengamankan barang bukti alat hisap sabu atau bong di laci kerja YR dan DA,” katanya.

Baca juga: Bangunan Liar Marak, Aktivis Tuntut Pemkab Lebak Bertindak dan Tidak ‘Lengah’

Setelah melakukan penggeledahan terhadap tersangka YR dan DA. Petugas kemudian membuka paket yang sebelumnya diambil tersangka RASS yang isinya sabu dalam dua bungkus plastik klip bening ukuran sedang.

“Paket itu berisi Sabu di dalam dua plastik klip berukuran sedang yang beratnya sekitar 20, 634 gram,” ujarnya.

Dalam kasus itu, penyidik menerapkan Pasal 144 ayat (2), dan atau Pasal 122 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 122 ayat (2) dan atau Pasal 127 huruf (a) Junto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Galuh Malpiana)