oleh

Hasbi Asyidiki Jayabaya: Teladani Keteguhan Suku Baduy Menjaga Kelestarian Alam

CHANEL BANTEN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengapresiasi Seba Baduy yang digelar di Pendopo Pemkab Lebak, Jumat 6 April 2022.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menilai, tradisi yang dipegang teguh adat Suku Baduy patut diteladani, khususnya dalam menjaga dan merawat tradisi leluhur merawat kelestarian alam.

Baca juga: Perwakilan Adat Baduy dan Kasepuhan di Lebak Ikut Pembahasan Rapeda Tenang Desa Adat

“Patut diapresiasi, karena adat Suku Baduy selain menjadi kebanggan warga Banten juga bisa menjadi teladan dalam merawat kelestarian alam dan lingkungan. Suku Baduy juga hingga kini tetap patuh terhadap leluhur, bahwasannya suku baduy tak ingin terjamah oleh modernisasian,” ungkap Hasbi disela-sela menghadiri acara Seba Baduy.

Ia mengatakan, di Indonesia masih ada 6 (enam) suku yang masih murni dalam adat dan keyakinan yang dianutnya, seperti suku Baduy, suku Anak Dalam, Polahi, Kajang, Mentawai dan Korowai.

“Penelitian riset di tahun 2018, bahwa di Indonesia ada 8 (delapan) suku yang menolak modernisasian. Terakhir di tahun 2022 ini ada 6 suku yang bertahan dalam keyakina atau kepercayaannya,” lanjutnya.

Sebagai warga Banten, khususnya Lebak, sambung dia, tentu harus bangga memiliki Suku Baduy. Karena, Suku Baduy yang bisa menjaga kelestarian alam, hasil alamnya pun bisa dinikmati oleh orang yang ada di Kabupaten Lebak.

“Dengan satu bukti, dalam satu tahun sekali suku Baduy mengadakan seba hasil buminya ke Pemkab maupu Provinsi, dan kita harus menghormati dan menghargai s
Suku Baduy,” tegasnya.

Baca juga: Pospera Lebak Salurkan Zakat Fitrah Ke Sejumlah Anak Yatim dan Dhuafa

Ia berharap, semua masyarakat Kabupaten Lebak bisa menghormati dan menghargai suku Baduy yang masih berpegang terhadap keyakinannya dalam menjaga dan melestarikan alam yang ada dikabupaten lebak.

“Dengan keyakinan suku baduy dalam menjaga alam maka, suku baduy pun terhindar dari bencana alam aeperti, banjir, longsor dan gundulnya hutan,” pungkas Hasbi.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed