oleh

Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Cihuni Akan Diberi Dana Stimulan Rp 500 Ribu

CHANEL BANTEN – Bupati Lebak, Iti Octovia Jayabaya meninjau lokasi bencana alam pergeseran tanah di Kampung Cihuni, RT 09 RW 02, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Jumat, 4 Maret 2022.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Lebak menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang di lokasi bencana.

Baca juga: Emak-emak di Lebak ‘Serbu’ OP Minyak Goreng, Per Orang Dijatah 2 Liter

“Saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan turut belasungkawa atas bencana menimpa warga. Semoga warga yang tertimpa bencana diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya.

Bupati juga menyampaikan, bahwa warga yang terdampak bencana akan diberikan bantuan oleh pemerintah berupa dana stimulan sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK). Dana tersebut untuk biaya relokasi warga.

“Dana itu diberikan secara stimulan selama enam bulan. Melalui dana bantuan itu warga terdampak bisa mengontrak selama relokasi berlangsung,” katanya.

Pemerintah daerah juga akan bekerjasama dengan pihak Badan Geologi guna untuk pengecekan lokasi yang dijadikan relokasi pemukiman warga nantinya. Jika menurut Badan Geologi lokasi tersebut aman dan tahan gempa, maka relokasi ini akan dibagi dua lokasi antara di Blok Rahong dan Blok Larangan.

“Kita masih nunggu nanti kajian dari pihak Badan Geologi seperti apa hasilnya,” ujarnya.

Sehubungan lokasi yang akan dijadikan relokasi rumah warga ini bentuknya adalah tanah Bengkok. Maka, pihak pemerintah daerah akan meminta izin ke pihak Provinsi Banten.

Baca juga: Penyaluran Program Sembako Tunai di Desa Kerta, KPM Wajib Serahkan Nota Belanja ke Desa

“Hasil pendataan rumah yang terdampak pergeser tanah sebanyak 43 rumah,” katanya.

Pihak tim Badan Geologi akan turun meninjau lokasi. Apakah lokasi tersebut laik atau tidak untuk dijadikan relokasi hunian rumah warga yang terdampak pergeseran tanah tersebut.

“Setelah disurvei oleh pihak Badan Geologi dan dinyatakan aman terkait tanah Bengkok yang akan dijadikan relokasi tersebut. Selanjutnya pemerintah daerah akan menetapkan untuk diajukan ke Provinsi Banten,” pungkas Iti.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed