oleh

LSM Gapura Pertanyakan Izin 2 Perusahaan Tambak Udang di Malingping

CHANEL BANTEN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura Banten beserta Perank DPD Lebak, mempertanyakan izin PT Radja Udang Malingping dan PT Persada Karya Lestari, perusahaan tambak Udang di Kecamatan Malingping.

Hal itu disampaikan dalam audiensi dengan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, yang juga dihadiri dari pihak perusahaan tambak Udang PT Radja, Kamis 20 Januari 2022.

Baca juga: LSM Gapura Banten Gelar Milad Ke-15, Ini Pesan Pendiri

Dalam audiensi itu, terungkap bahwa kedua perusahaan itu mengakui belum mengantongi surat izin, dengan alasan proses permohonan.

Perwakilan LSM Gapura Banten, Ade Irawan menduga, kedua perusahaan itu saat ini belum mengantongi izin. Seperti PT Radja Udang Malingping, perusahaan itu baru hanya memiliki Instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Namun, tidak memenuhi kriteria.

“DLH juga sudah melayangkan surat teguran ke PT Radja Udang Malingping,” kata Ade Irawan saat audiensi.

Dalam surat teguran itu, kata dia, terdapat rekomendasi – rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup untuk kedua perusahaan itu. Intinya, kedua perusahaan tersebut agar memperbaiki sistem pengelolaan di tambak udang.

“Sistem tersebut mengenai instalasi pengelolaan air limbah atau IPAL,” imbuhnya.

Baca juga: Kerugian Akibat Gempa di Lebak Ditaksir Rp 5 Miliar

Jika pihak perusahaan tidak mengindahkan rekomendasi berupa teguran itu, maka LSM Gapura melakukan aksi unjukrasa bukan dilokasi perusahaan tambak. Namun, di kantor DPRD Lebak.

Sementara, dari pihak PT. Radja Udang Malingping Agus Supriyatna mengaku, bahwa perusahaannya sudah mengantongi izin dengan lengkap. Hanya saja, tempat untuk pembuangan limbahnya saja yang belum memenuhi syarat perizinan.

“Kalau untuk surat izin sudah saya tempuh semua. Adapun permasalahan bagi perusahaan kami adalah tentang limbah,” ujarnya.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *