oleh

Luar Biasa! Produk Olahan Pisang Lebak Merambah Hingga Negara Turki

Pembina Kelompok Wanita Tani (KWT) Lebak, Dra. Mutia, MM. Foto/Otang Sunarya

CHANEL BANTEN – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengembangkan produk olahan yang ada di daerah itu go Internasional. Salah satunya adalah produk olahan pisang yang kini mulai merubah pasar Turki.

Pembina Kelompok Wanita Tani (KWT) Lebak, Dra. Mutia, MM mengapresiasi, produk hasil bumi Kabupaten Lebak kini sudah mulai semakin berkembang. Bahkan, pasarnya tidak hanya mencakup lokal namun sudah menembus pasar Internasional.

Baca juga: Polemik Pemecatan Mantri Tani Desa Terus Bergulir, FK MTD Lebak Bereaksi

“Produk-produk olahan hasil bumi di Kabupaten Lebak sudah banyak dikenal dipasar luar. Salah satunya produk olahan pisang yang kini sudah dikenal di pasar Negara Turki,” kata Dra. Mutia, MM saat mengunjungi pameran pasar tani di Plaza Lebak, Jumat 7 Januari 2022.

Perempuan asal Kota Bandung itu, mengatakan, bahwa Indonesia kaya akan potensi hasil bumi. Termasuk salah satunya Kabupaten Lebak.

“Misalnya, keripik pisang asal KWT Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, itu sudah dikenal di pasar luar negeri seperti Turki,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia merupakan negara agraris dengan beragam potensi sumberdaya alam yang tersedia. Karenannya, potensi itu perlu terus digali agar semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Saya juga sedang melirik potensi Sirih Wangi dan Jahe. Untuk pengembangan sudah menjalin kerjasama dengan beberapa KWT, seperti KWT Hegar Mutiara Sari, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira,” katanya.

Baca juga: Anggaran Kena Refocusing, Realisasi Pemasangan PJU di Lebak Terhambat

KWT Hegar Mutiara Sari dengan Ketua Amirudin telah mendapat binaan darinya sejak tahun 2020. Ia merasa bangga, karena, salah satu produk yang dihasilkannya telah terjual ke Negara Turki.

“Saya senang dan bangga, setelah kelompok KWT saya dapat binaan dari ibu Mutia, kini produk hasil dari kelompok saya telah terjual ke luar Negeri,” ucap Amirudin.

Ia beserta kelompok lainnya semakin percaya diri akan hasil olahan atau karya tangannya. Bahkan, kini telah menghasilkan produk olahan kue Bolen.

“Kue bolen ini diproduksi dari hasil pertanian berupa pisang, kami ubah menjadi kue yang berkolaborasi rasa, pisang dicampur dengan keju, duren dan coklat,” pungkas Amirudin.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed