oleh

Polemik Pemecatan Mantri Tani Desa Terus Bergulir, FK MTD Lebak Bereaksi

CHANEL BANTEN – Forum Koordinasi dan Komunikasi Mantri Tani Desa (FK-MTD) Kabupaten Lebak merespon soal pemecatan MTD yang terjadi di beberapa desa.

Terkait hal itu, pihaknya akan bersurat ke Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, termasuk audensi ke pihak pimpinan Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak.

Baca juga: Soal Polemik Pemecatan Mantri Tani Desa, Distan Lebak Langsung Bersikap

Ketua FK MTD Lebak, Amir Mahfud menegaskan, bahwa FK MTD perlu melakukan pembelaan terhadap MTD selaku rekan satu profesi yang diperlakukan secara tidak hormat oleh oknum Kepala desa (Kades). Sebab, ia menilai proses pemecatan MTD sama sekali tidak profesional dan diluar aturan.

“Kita akan bersurat ke Bupati, termasuk beraudiensi dengan pimpinan DPRD,” kata Amir Mahfud, Kamis 6 Januari 2021.

Dalam surat ke Bupati itu, kata dia, salah satu point yang akan disampaikan yaitu tentang Peraturan Bupati Nomor 27 tahun 2015 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian mantri tani desa.

“Apa yang kami lakukan adalah bentuk kepedulian terhadap sesama profesi. Termasuk dukungan terhadap program Bupati yang telah membentuk MTD, sebagai upaya meningkatkan pertanian di Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Baca juga: Dinilai Sepihak, Pemecatan 3 Prades Cimangeunteung Tuai Polemik

Menurut dia, di Indonesia hanya di Kabupaten Lebak dibentuk MDT. Sehingga, upaya Pemkab Lebak meningkatkan pertanian melalui MTD perlu didukung.

“Lantas atas dasar apa Kades memecat MTD. Jelas kebijakan Kades itu, melabrak Peraturan Bupati nomor 27 tahun 2015,” pungkasnya.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed