oleh

Dinilai Sepihak, Pemecatan 3 Prades Cimangeunteung Tuai Polemik

CHANEL BANTEN – Pemecatan 3 (tiga) Perangkat desa (Prades) Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuai polemik.

Pemecatan tiga Prades itu dianggap sepihak dan tidak sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pasalnya, surat pemecatan tidak tercantum nomor register sebagaimana surat resmi pada umumnya.

Baca juga: Program Bedah Rumah BSRS di Lebak Sudah Berjalan, Material Sudah Tersalur Ke Setiap KPM

Ke tiga Prades yang dipecat tersebut, antara lain Arip Wahid Yudistira menjabat sebagai Mantri Tani, Muhidin menjabat Staff Pengolah Data Desa dan Arta Winata menjabat Kaur keuangan Desa.

Salah satu Prades Cimangeunteung, Arip Wahid Yudistira menjabat sebagai Mantri Tani yang mendapatkan surat pemecatan mengaku, kecewa dengan keputusan pemecatan yang dianggapnya sepihak tersebut.

“Saya dan kedua Prades lainnya yang dipecat, belum pernah merasa ada pemanggilan terkait kesalahan yang diperbuat. Namun, ujug-ujug keluar surat pemecatan,” ujar Arip dihubungi Chanel Banten melalui sambungan telepon, Senin 3 Januari 2022.

Ia dan kedua Prades lainnya menerima surat pemecatan itu dari Kepala desa (Kades). Menurutnya, sebelum ada pemecatan biasanya harus ada pemanggilan (konseling) terlebih dahulu terkait kesalahan yang diperbuat.

“Ini kok ujug-ujug ada surat pemecatan, kan aneh,” ujarnya.

Ia menilai, ada yang janggal dalam surat pemecatan tersebut. Karena dalam surat itu tidak tertera nomor register dan point perihal kesalahan yang dilakukannya.

Hampir senada dikatakan Muhidin Staff Pengolah Data Desa. Ia menduga, pemecatan itu diluar kantor desa Cimangeunteung. Karena tidak tercantum nomor register surat dan tanpa alasan yang jelas.

Baca juga: Sertijab Kades Terpilih Kecamatan Rangkasbitung, DPRD Lebak: Kades Harus Bawa Perubahan

“Isi surat hanya menyebutkan tentang kepentingan dan kelancaran pelayanan kemasyarakatan saja,” katanya.

Terkait hal itu, Kades Cimangeunteung mengeluarkan surat pemecatan 3 perangkat desa secara sebelah pihak tanpa adanya rapat yang bersifat konseling. Padahal, ketiga Prades yang dipecat tersebut memiliki kinerja yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara menurut informasi, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak sudah menindaklanjuti persoalan tersebut.

Hanya saja, ketika dikonfirmasi wartawan, Kades Cimangeunteung tidak bisa ditemui karena alasan sakit.

(Otang Sunarya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed