oleh

RDP Dindik dengan DPRD Lebak Soal Sekolah Rusak, Ini Fakta yang Terungkap

CHANEL BANTEN – Komisi 3 DPRD Lebak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas pendidikan (Dindik) setempat, Senin 6 Desember 2021.

Dalam RDP tersebut, dewan meminta klarifikasi soal kasus sekolah yang ambruk dan jumlah sekolah rusak di wilayah setempat. RDP juga dihadiri elemen masyarakat dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang terdiri dari 8 LSM RP-NKRI, Gapura Banten dan Amprak.

Baca juga: Sepekan 2 Sekolah Ambruk, Komisi 3 DPRD Lebak: Kita Akan Minta Penjelasan Dindik

Dalam audiensi tersebut, Ketua LSM RP-NKRI, Mamik meminta Dindik Lebak memaparkan persoalan kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, khususnya soal kondisi gedung sekolah. Dimana, masih banyak gedung sekolah yang masih tidak laik.

Mamik, Ketua LSM RP-NKRI perwakilan kabupaten lebak mengungkapkan, “kami terdiri dari delapan lembaga yang peduli akan dunia pendidikan, mendesak pemerintah kabupaten untuk lebih dominan kepembangunan sarana pendidikan (sekolah) ditingkat SMP dan SD,” ucapnya.

“Insiden sekolah yang ambruk belum lama ini jadi tamparan bagi dunia pendidikan di Lebak. Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah, khususnya Dindik Lebak,” kata Mamik saat menghadiri RDP.

Hampir senada disampaikan LSM Gapura Lebak, Ade Irawan. Ia mengatakan, dari sekian banyak sekolah SD maupun SMP yang tidak layak pakai. Itu menjadi tanggung jawab Dindik Lebak sebagai user atau diliding sektor pendidikan.

Baca juga: Seorang Pelajar di Lebak Tewas Dikeroyok, Polisi ‘Gercep’ Tangkap Pelaku

“Persoalan sekolah rusak itu, harus jadi tangung jawab Dindik Lebak,” katanya.

Sementara, Kepala Dindik Lebak, Wawan Ruswandi mengaku, menginpentalisir terkait jumlah sekolah yang rusak di Kabupaten Lebak, baik tingkat SD maupun SMP. Hanya saja, pemerintah daerah terbatas anggaran dalam melakukan perbaikan.

“Musim pandemi masih berjalan, kami masih berfikir keras, dari mana kami ambil dana untuk dialokasi untuk pembangunan sekolah tersebut. Bahkan kami berinisiatif untuk iuran para pegawai untuk membangun sekolah yang ambruk,” kata Wawan.

(Otang/Ubik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar