oleh

Seorang Pelajar di Lebak Tewas Dikeroyok, Polisi ‘Gercep’ Tangkap Pelaku

Polres Lebak saat konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar.

CHANEL BANTEN – Polres Lebak menangkap 6 (enam) tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar di Kecamatan Gunungkencana, Jumat 26 November 2021. Korban dikeroyok para pelaku saat sedang terlibat tawuran.

Kapolres Lebak, AKBP Teddy Rayendra mengatakan, ketiga pelaku masing-masing bernisial RH (21) , AW (20) dan SG (18). Ketiganya diduga telah mengeroyok korban RG seorang pelajar hingga tewas.

Baca juga: Tuntut Kenaikan Upah, Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor Bupati Lebak

“Aksi pengeroyokan terjadi pada Rabu 24 November 2021 sekitar pukul 16.00 WIB, di Jalan Cileles-Gunung,” kata Kapolres, melalui Kasat Reskrim, AKP Indik Rusmono saat menggelar konferensi pers.

Korban AG meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam jenis Celurit yang mengenai bagian punggung. Adapun kronologi kejadian itu, berawal ketika pelaku inisial RH, AW dan SG hendak tawuran dengan sekolah di Pandeglang.

“Namun tidak jadi, pelaku AW mendapatkan informasi bahwa ada anak pelajar salah satu STM di Rangkasbitung yang sedang berada di wilayah Gunungkencana,” katanya.

Pelaku bertemu korban di Alun-alun Gunungkencana, saat itu korban yang mengendarai sepeda motor dikejar para pelaku dengan menenyai identitas sekolahnya.

“Korban tidak mau berhenti, lalu korban dibacok oleh pelaku mengenai bagian punggung,” katanya.

Baca juga: Sepekan 2 Sekolah Ambruk, Komisi 3 DPRD Lebak: Kita Akan Minta Penjelasan Dindik

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Pelaku sesaat melakukan aksi pengeroyokan melarikan diri.

“Kurang dari 1×24 jam ketiga pelaku berhasil ditangkap oleh tim Serigala Sat Reskrim Polres Lebak,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu satu bilah Celurit, satu jaket warna hitam dan beberapa barang bukti lainnya.

Para pelaku dikenakan pasal 170 ayat 2 ke (3) KUH Pidana dan atau pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dan atau pasal 76C Jo Pasal 180 UU RI Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (Luh)