oleh

Film ‘Ngalindur Raih Penghargaan Festival Film Banten, Ini Bocoran Sinopsisnya

CHANEL BANTEN – Film berjudul ‘Ngalindur’ berhasil meraih penghargaan dalam nominasi sutradara dan Cinematographer terbaik pada Ajang Festival Film Banten, yang digelar belum lama ini.

Film yang digarap dua hari satu malam itu mengangkat kisah santri di era milenial dan mengedepankan pariwisata di Pandeglang dan Banten.

“Alhamdulillah, ini sebuah penghargaan yang sangat berharga buat saya, dan pengalaman yang tak dapat saya lupakan,” kata Hasyim pemuda asal Kecamatan  Menes, Kabupaten Pandeglang, pemenang nominasi Sutradara Terbaik, Selasa 23 November 2021.

Film yang diproduksinya berjudul ‘Ngalindur’, yang dihasilkan dalam waktu singkat yaitu dua hari satu malam. Dalam film itu, ia memotret kehidupan santri di era milenial dan mengedepankan pariwisata di Pandeglang dan Banten.

Pria yang masih duduk sebagai mahasiswa di Institut Seni Budaya Bandung semester VII ini mengatakan, keinginannya untuk mengikuti festival film itu sangat kuat, sekaligus menguji kemampuan dan kreativitasnya.

“Durasi film maksimal 5 menit,” tandasnya.

Menurutnya, melalui film itu ia ingin menyampaikan kepada masyarakat (penonton) bahwa ada banyak destinasi wisata religi di Pandeglang, Banten ini. Masyarakat, khususnya kalangan milenial ujarnya, harus mengetahui itu.

Baca juga: Dispar Pandeglang Raih Penghargaan Branding Tourism and Creative Campaign Award

“Intinya, jalan cerita dalam film itu, terinspirasi dari pengalaman saya pribadi. Karena, Alhamdulillah saya pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes), di Menes,” katanya.

Kedepan dirinya berharap, pariwisata di Pandeglang dan Banten semakin maju dan berkembang. Yang tentunya kata Hasyim, perlu di dukung dengan promosi yang ditingkatkan lagi.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang, Imron Mulyana mengatakan, apa yang dihasilkan oleh Hasyim juga menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Kreatifitas semacam ini harus terus dikembangkan. Karena, mempromosikan wisata melalui film, juga efektif sebagai salah satu media promosi,” ungkap Imron.

Pria yang akrab disapa Boim ini juga menambahkan, kedepan pihaknya akan berusaha membina dan mengembangkan dunia ekonomi kreatif (ekraf) di daerahnya.

(Luh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed