oleh

OTT di BPN Lebak, Polda Banten Tetapkan 2 Orang Tersangka

Polda Banten saat OTT di BPN Lebak. Dalam OTT tersebut lima orang diamankan.***

CHANEL BANTEN.com – Polda Banten menetapkan 2 (dua) tersangka dalam pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak, Jumat 12 November 2021 malam lalu.

Kedua tersangka tersebut, bernisial RY (50) dan PR (41), masing-masing adalah staf dan pegawai BPN Lebak.

Baca juga: Polda Banten OTT di BPN Lebak, 5 Orang Pelaku Pemerasan Diamankan

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga menyampaikan, tim penyidik secara intens telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi, diantaranya pihak yang merasa dirugikan dan pihak terkait dalam pengurusan SHM.

“Termasuk 5 orang yang telah diamankan pada Jumat lalu, mereka juga telah diperiksa oleh penyidik secara intens,” kata Shinto Silitonga, Minggu 14 November 2021.

Dalam pengembangan kasus itu, kata dia, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka berinisial RY (50) dan PR (41), masing-masing adalah staf dan pegawai BPN Lebak.

“Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Penyidik juga telah menyita 3 amplop berisi uang senilai Rp 36 juta. Uang itu diketahui merupakan bagian dari total uang yang diminta kepada korban untuk pengurusan sertifikat tanah.

“Ditemukan 3 amplop berisi uang Rp 36 juta dalam OTT, uang itu merupakan bagian dari sejumlah uang yang diminta tersangka,” katanya.

Penyidik Ditreskrimsus juga melakukan penyitaan terhadap beberapa unit handphone, DVR CCTV dan beberapa berkas pengajuan pengukuran tanah. Bahkan, beberapa ruang kerja di Kantor BPN Lebak juga disegel dengan police line untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga: Percepatan Penanganan Covid-19, Kodim 0603 Lebak Gelar Vaksinasi Massal

“Guna kepentingan penyidikan, ruang Kepala Kantor BPN dan ruang kerja lainnya untuk sementara waktu di police line,” ujarnya.

Dalam kasus itu, penyidik menerapkan Pasal 12 huruf (e) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi (Tipikor), dengan ancaman 4 hingga 20 tahun penjara dan denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

‘Terhadap para tersangka telah dilakukan penahanan sejak Sabtu (13/11) malam selama 20 hari ke depan di Polda Banten,” katanya. (Otang)

News Feed