oleh

Pembangunan Jalan Lapen di Desa Intenjaya ‘Asjad’, Belum Digunakan Sudah Rusak

CHANEL BANTEN.com — Proyek pembangunan jalan Lapen tahun 2021 di Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak diduga dikerjakan asal jadi alias ‘Asjad’. Pasalnya, jalan dengan anggaran  Rp240.457.000 itu, sudah rusak sebelum digunakan.

Warga Desa intenjaya yang enggan disebutkan namanya menuturkan, kondisi jalan Lapen di daerah itu kini sudah rusak. Padahal jalan itu baru dibangun dan belum digunakan.

Baca juga: Pengurus PDPM dan PDNA Lebak Periode 2021-2025 Dilantik

“Baru dibangun, malah belum digunakan jalan sudah rusak,” kata warga.

Ketua umum (Ketum) Bentar, Ahmad Yani mengatakan, proses pengerjaan jalan yang asal jadi itu merupakan bentuk penghamburan Dana Desa yang tidak diawasi secara ketat oleh pihak TPK (Tim Pengelola Kegiatan). Selain itu, karena mandulnya peran pengawasan Badan Permusyawaratan Rakyat (BPD) Desa Intenjaya.

Padahal, kata dia, pada saat pengerjaan lapen tersebut, masyarakat sudah beberapa kali memberikan komplain terhadap TPK dan kontraktor di lokasi proyek, tetapi tidak digubris oleh pemangku kepentingan tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat agar ikut memonitoring pembangunan di desa. Pengawasan pengelolaan Dana Desa oleh masyarakat diatur dalam UU Pasal 68 Nomor 6/2014 yang mengatur hak dan kewajiban masyarakat desa untuk mendapatkan akses dan dilibatkan dalam pembangunan desa.

Pelibatan masyarakat, katanya, menjadi faktor yang paling mendasar karena masyarakat mengetahui kebutuhan desa dan secara langsung menyaksikan jalannya pembangunan di desa.

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dindik Lebak Gencar Revitalisasi Gedung SMP

Selain itu, peran BPD juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 47 Tahun 2015.

Dalam peraturan tersebut, BPD berfungsi membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Dinas PMD diharapkan segera turun ke lapangan untuk mengecek pengerjaan lapen tersebut.

Lanjut, Ahmad yani, ketua umum bentar  mengatakan, masyarakat mendesak Dinas PMD segara turun dan mengecek langsung pengerjaan di lapangan.

Sementara itu Kepala desa Intenjaya Masri ketika dikonfirmasi via telpon tidak ada jawaban, malah di rijek hingga berita ini di turunkan. (Cep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *