oleh

Asep Hasanuddin, Mantan Aktivis yang Ingin Berkiprah di Masyarakat

Asep Hasanuddin, S.Pdi.**

CHANEL BANTEN.com – Asep Hasanuddin, S.Pdi sudah banyak merasakan asam garam menjadi aktivis menyuarakan aspirasi di parlemen jalanan. Asam garam itu, tentu ia lalui melalui perjalanan yang cukup panjang serta pengorbanan dan perjuangan.

Lahir dalam keluarga sederhana, Asep anak dari Baharuddin dan Enok Halimah itu memiliki sikap kritis dan peduli terhadap masyarakat. Sikap itu sudah tampak dari sejak ia duduk di bangku kuliah IAIN SMH Banten.

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dindik Lebak Gencar Revitalisasi Gedung SMP

Dimasa lulus kuliah dengan gelar Sarjana, pria yang akrab disapa Asep itu mengawali kiprahnya di aktivitas pada tahun 2007 lalu.
Di parlemen jalanan itu lah ia kerap menyuarakan aspirasi masyarakat.

Dari pengalamannya menjadi aktivis, suami dari Lina Eka Sagita Dewi, S.Sos dengan dikaruniai 3 (tiga) anak itu pun memahami betul kondisi masyarakat dilapangan. Karenanya, ia pun kini ingi berkiprah lebih di masyarakat.

Dari pengalamannya sebagai aktivis, Asep yang berdomisili di Desa Pamumbulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak tergerak untuk mengabdikan diri secara total kepada masyarakat. Ia berencana akan ikut pada kontestasi Pilkades pada tahun 2022 mendatang.

“Pengalaman saya menjadi aktivis, mendorong saya agar bisa berkiprah lebih di masyarakat,” kata Asep saat berbincang dengan Chanel Banten, Senin 8 November 2021.

Menurutnya, kiprahnya sebagai aktivis dulu membantu aspirasi masyarakat tentu sangat terbatas. Karenannya, ia ingin terjun langsung dalam tataran kebijakan, sehingga bisa betul-betul menyerap dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

“Agar bisa merealisasikan aspirasi saya harus menjadi pemangku kebijakan. Pengalaman saya dari aktivitas tentu menjadi modal utama, karena saya memahami betul kondisi dan keinginan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Mengenal Sosok Sarinun, Calon Kades Cirompang yang Sederhana, Relegius dan Visioner

Ia pun kini sudah memiliki sejumlah program agar desanya semakin maju, berkembang dan sejahtera. Nantinya ia akan melakukan sejumlah pemberdayaan dengan mengali potensi sumberdaya yang ada di masyarakat.

“Di desa saya ini memiliki banyak potensi, baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusianya. Perlu pemberdayaan, apalagi Kabupaten Lebak, khususnya daerah Bayah kedepan akan berkembang, tentu perlu dipersiapkan potensi sumberdaya manusianya,” katanya.

Prinsip lain dalam sebuah pengabdian kepada masyarakat yang ada dalam dirinya adalah menjaga amanah atau kepercayaan. Sebaik mungkin dirinya akan menjaga setiap amanah, terlebih amanah menjadi seorang pemimpin di masyarakat.

“Prinsip amanah sudah menerap dalam keluarga. Itu harus dijaga, selain modal ide dan gagasan untuk mengembangkan sebuah desa tentunya,” katanya. (Luh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *