oleh

Polres Pandeglang Tangkap Peracik Miras Oplosan Penyebab Seorang Pemuda Tewas

Foto: Istimewa

CHANEL BANTEN.com – Polres Pandeglang menangkap DK (25) dan AS (23), terduga peracik miras oplosan penyebab satu korban tewas dan satu kritis di Kecamatan Menes, Minggu 12 September 2021 lalu.

Kedua pelaku, ditangkap di kediamannya di daerah Kecamatan Menes, Pandeglang, Rabu 15 September 2021.

Baca juga: Usai Pesta Miras Oplosan, Seorang Pemuda di Menes Pandeglang Tewas

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah membenarkan, adanya penangkapan terhadap dua terduga pelaku atau peracik miras oplosan yang menyebabkan korban jiwa.

“Benar, kedua pelaku sudah diamankan oleh anggota unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Pandeglang,” kata Belny kepada awak media, Kamis, 16 September 2021.

Modus oprandi yang lakukan kedua pelaku, yaitu dengan cara meracik 5 liter alkohol 70 persen dengan campuran air coca cola, bubuk Nutrisari Rasa Jeruk Nipis, bubuk Extrajos dan air tawar mentah, yang kemudian dibagikan kepada teman-temannya saat kumpul di TKP.

“Tersangka membeli minuman alkohol 70 % sebanyak 5 liter dalam bentuk jerigen melalui aplikasi online,” katanya.

Dari tangan terduga, kata Kapolres, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa,1 botol kosong tempat air minum warna merah muda ukuran 1 liter, 1 botol kosong tempat air minum warna merah muda ukuran 500 mililiter, 1 botol kosong tempat air minum warna merah muda ukuran 250 mililiter, 1 buah teko plastik kosong warna transparan.

Baca juga: Dana BOS Boleh untuk Pengadaan APD, Ini Penjelasan Dindikbud Pandeglang

“Berikut 7 bungkus kemasan kosong minuman serbuk instan merk Nutrisari rasa Leci, 1 buah gelas sloki ukuran + 50 mililiter, dan beberapa barang bukti lainnya,” ucapnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 89 ayat (2) Jo pasal 76 J ayat (2) UU. RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun, dan Pasal 204 Ayat (1) Dan/Atau Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.

“Pasal yang disangkakan diantaranya Pasal 89 ayat (2) Jo pasal 76 J ayat (2) UU. RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dan Pasal 204 Ayat (1) Dan/Atau Ayat (2) KUHP, ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” tandasnya. (Luh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed