oleh

Waduh! Wartawan Dilarang Liput Pembangunan Gedung Samsat, Mau Liputan Harus Izin PPK

Sekretaris Bapenda Banten, (mengenakan kaca mata), Berly, usai meninjau proyek pembangunan Samsat tahap II di Malingping Kabupaten Lebak, Jumat (11/9/2021).

CHANEL BANTEN.com – Pihak pelaksana pembangunan proyek melarang wartawan meliput pembangunan Gedung Samsat, berlokasi di Desa/Kecamatan Malingping.

Hal itu diakui, Sekretaris Badan pendapatan daerah (Bapenda), Berly. Ia mengatakan, peliputan proses pembangunan Gedung Samsat tahap 2 dibatasi. Wartawan yang hendak meliput harus terlebih dahulu meminta izin Kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Kepala Bapenda Banten.

Baca juga: Program Bedah Rumah BSRS di Lebak Sudah Berjalan, Material Sudah Tersalur Ke Setiap KPM

“Memang dibatasi, wartawan tidak boleh masuk sebelum mendapat ijin dari PPK atau Kepala Badan, yaitu Pak Opar,” kata Berly, belum lama ini.

Disinggung, aturan wartawan dibatasi dan harus melalui izin PPK ketika hendak meliput pembangunan Gedung Samsat yang  didanai APBD Banten Rp 19 Miliar itu. Ia menyebut, PPK merupakan pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaanya.

Baca juga: Waduh! Oknum Anggota DPRD Lebak Diduga Aniaya Istri Sirihnya di Cafe

“PPK nya pak Kaban. Selain yang berkepentingan secara kedinasan, yaitu Bapenda, pihak pelaksana dan pekerja. Maka, dilarang masuk area proyek sebelum mendapatkan ijin dari Pak Kaban selaku PPK,“ ujarnya.

Berly menuturkan, masukan yang disampaikan dari wartawan akan segera disampaikan kepada kepala Bapenda Banten.

“Informasi dari temen-temen wartawan, sebagai masukan bagi kami untuk selanjutnya nanti akan disampaikan ke pa kaban guna diatur waktunya, kapan bisa masuk ke area proyek,” imbuhnya. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed