oleh

Penerangan Lampu Pembangunan Rabat Beton di Desa Girijagabaya Diduga Gunakan Listrik Ilegal

Foto Ilustrasi Net.

CHANEL BANTEN.com – Sebuah video diduga menggunakan listrik secara ilegal untuk lampu penerangan pembangunan rabat beton di Desa Girijagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, viral.

Berdasarkan rekaman yang diterima redaksi, dalam video itu tampak sebuah kabel lampu penerangan menempel pada kabel sambungan atau jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada lokasi sebuah proyek pembangunan jalan. Kabel lampu itu, diduga sengaja dipasang oleh oknum untuk menerangi pembangunan rabat beton yang dikerjakan pada malam hari.

Baca juga: Program Bedah Rumah BSRS di Lebak Sudah Berjalan, Material Sudah Tersalur Ke Setiap KPM

Dari informasi, pembangunan yang sedang berjalan itu merupakan kegiatan pembangunan desa dengan anggaran bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2021 melalui Padat Karya.

“Iya Pak, pembangunan rabat beton itu memang dikerjakan pada malam hari dan menggunakan lampu penerangan. Tapi, saya enggak tahu persis itu jaringan listrik untuk lampu penerangan itu dari mana,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu, 12 September 2021.

Baca juga: Waduh! Oknum Anggota DPRD Lebak Diduga Aniaya Istri Sirihnya di Cafe

Menanggapi hal itu, salah seorang petugas P2TL di Rayon Rangkasbitung, Ahmad Basri mengatakan, jika benar dilapangan ada oknum melakukan cara-cara ilegal atau tidak resmi seperti itu. Maka itu sudah merupakan pelanggan dan melawan hukum.

“Kalau benar mencuri listrik, ya itu pelanggaran hukum, bisa dikenakan sanksi denda dan bahkan pidana,” katanya.

Diketahui, setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum bisa dipidana dengan kurungan penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah). (Cep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed