oleh

Miris! Dari Tahun Ke Tahun Program MBR di Kabupaten Lebak Bermasalah

CHANEL BANTEN.com – Program Hibah Air Minum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Lebak mubazir. Sebab, program yang dilaksanakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lebak pada 2020 saat ini tak kunjung berfugsi.

Hal itu ditanggapi LSM Bentar Kabupaten Lebak, M. Ardi. Menurutnya, berdasarkan pengakuan beberapa warga dan petugas dilapangan yang tak mau disebutkan namanya. Permasalahan program MBR ini terjadi di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Sajira dan Rangkasbitung.

Baca juga: Waduh! Oknum Anggota DPRD Lebak Diduga Aniaya Istri Sirihnya di Cafe

“Dari tahun ke tahun program MBR selalu bermasalah. Saya harap, Dewan Pengawas PDAM Tirta Multatuli segera membentuk Tim khusus (Khusus) untuk mengaudit program hibah MBR Kabupaten Lebak tahun 2020 dengan jumlah SR 1418. Tim khusus itu, bisa melibatkan unsur pengawas PDAM, akuntan publik, DPRD, perwakilan pelanggan dan Aparat Penegak Hukum (APH),” kata Ardi, Kamis, 9 September 2021.

Ia menjelaskan salah satu permasalahan, ujar dia, selain SR tidak kunjung berfungsi. Adanya temuan, rumah warga yang dipasangi sambungan. Padahal, warga yang bersangkutan tidak berminat atau menolak, bahkan tidak tahu.

“Tahu-tahu sudah terpasang. Itu terjadi karena lemahnya perencanaan dan sosialisasi PDAM atas program hibah MBR ini,” katanya.

Ia menduga, karut-marutnya pelaksanaan program ini, karena adanya faktor kejar target. Sehingga, yang penting banyak sambungan baru yang terpasang, sebagai cara agar dana hibah air minumnya bisa terserap.

”Itu kan program dari pemerintah pusat. Artinya, ini memakai dana talangan dulu dari APBD 2020 Kabupaten Lebak, sebelum dana dari pusat turun,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan pedoman pengelolaan hibah Air Minum yang bersumber dari APBN. Sebelum pemasangan SR dilakukan harus dilakukan kegiatan baseline survey dan verifikasi.

Penilaian kelayakan pemerintah daerah dalam mengikuti Program Hibah Air Minum akan dilakukan berdasarkan baseline survey. Selanjutnya penilaian peserta Program Hibah Air Minum untuk mendapatkan pencairan dana hibah akan dilakukan berdasarkan proses verifikasi.

“Faktanya pada program MBR di Lebak, kegiatan baseline survey dan verifikasi banyak yang doble dan pendataan asal-asalan,” ujarnya.

Baca juga: MPC PP Kabupaten Lebak Gelar Muscab, MY. Sutrisna Terpilih sebagai Ketua

Hampir senada dikatakan Kepala desa (Kades) Pasir Tanjung, Suryana. Ia mengatakan, program MBR tahun 2020 di desanya sampai saat ini belum berfungsi atau belum mengalir airnya ke penerima manfaat.

“Di Desa saya, ada 300 SR, sampai saat ini airnya belum juga mengalir,” katanya.

Sementara ketika dikonfirmasi Tim Survei PDAM Tirta Lebak, RT. Tini mengatakan, penerima manfaat air hibah sesuai usulan data lama. Namun, data lama itu dilakukan verifikasi lagi dan di survei ulang.

“Kalau lebih jelasnya silahkan tanya langsung ke Pak Rahmat selaku penanggung jawab perencanaan bidang konstruksi,” katanya. (Cep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed