oleh

Distanbun Lebak Komitmen Berdayakan Petani Milenial, Kadistanbun: Ini Bagian dari Regenerasi

CHANEL BANTEN.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak komitmen dalam membangkitkan perkembangan petani milenial sebagai generasi penerus untuk memenuhi produksi pangan.

“Eksistensi petani milenial sangat penting dalam mendorong produktivitas pertanian, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, ini juga sebagai bagian dari regenerasi,” kata Kepala Distanbun, Rahmat Yuniar, Sabtu, 4 September 2021.

Baca juga: Pelayanan Adminduk Keliling Hingga Ke Pelosok Desa, Sekda Lebak, Budi Santoso: Adminduk Sangat Penting

Ia mengatakan, pemerintah daerah hingga kini terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap petani milenial itu agar usaha mereka dibidang pertanian mampu meningkatkan produksi pangan untuk menopang perekonomian masyarakat.

Pemerintah daerah juga cukup besar perhatian terhadap petani milenial dengan memberikan bantuan program Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) berbentuk peralatan pengelolaan hasil panen. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Kabupaten Lebak petani, namun persoalanya kini banyak usia petani sudah berusia lanjut.

“Kehadiran petani milenial usia 20 sampai 45 tahun itu, tentu sebagai generasi penerus pertanian agar menjadikan daerah ini lumbung pangan,” ujarnya.

Disamping itu, juga peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga bisa menyerap lapangan pekerjaan. “Kami membina petani milenial itu menjalin kerja sama dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi,” katanya.

Menurut dia, jumlah petani milenial di Kabupaten Lebak tercatat 350 orang dan mereka mengembangkan usaha sektor pertanian pangan, hortikultura, palawija, perkebunan dan peternakan.

Baca juga: Program Bedah Rumah BSRS di Lebak Sudah Berjalan, Material Sudah Tersalur Ke Setiap KPM

“Keberadaan petani milenial di Kabupaten Lebak kini tumbuh dan berkembang, bahkan mereka di antaranya meraih
keberhasilan,” ujarnya.

Seperti misalnya, Rohmat (35) telah menjadi duta petani yang mampu ekspor gula semut ke mancanegara. Begitu juga Herman (35) seorang duta petani dapat memenuhi kebutuhan telur unggas hingga Banten dan DKI Jakarta.

”Kami minta petani milenial menjadikan penggerak ekonomi masyarakat, sehingga mampu mengatasi kemiskinan ekstrem,” katanya. (Cep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar