oleh

Ketua Komisi V DPRD Banten, M Nizar Ungkap Penyebab 20 Pejabat Dinkes Mundur

Foto ilustrasi.

CHANEL BANTEN.com – Ketua Komisi V DPRD Banten, Muhammad Nizar mengungkapkan, faktor mundurnya 20 pejabat di Dinkes Banten. Salah satunya, karena mereka tak dapat mengimbangi pola kerja Kepala Dinkes Ati Pramudji Hastuti.

Baca juga: 20 Pejabat Dinkes Banten Mundur, Gubernur WH Segera Buka Lowongan

Hal itu terungkap setelah Komisi V memanggil Ati Pramudji Hastuti, Kepala Dinkes Banten dan Sekda Banten Al Muktabar. Pemanggilan itu untuk memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu usai kosongnya 20 jabatan di dinas itu.

“Persoalan kepemimpinan kan soal leadership. Jadi bukan arogansi, butuh ketegasan. Karena Ibu Ati dengan bawahannya cukup tegas,” kata Nizar, kepada awak media, Jumat, 4 Juni 2021.

Menurut Nizar, Kepala Dinkes Banten selalu tegas kepada bawahannya dalam kinerja. Apalagi, saat ini kerja Dinkes Banten sangat diandalkan dalam memerangi pandemi Covid-19. Di sisi lain, selalu ada pembahasan penanganan virus corona di luar jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga, pejabat yang mundur tidak bisa mengimbangi cara kerja pimpinannya. 

“Persoalan arogansi, memang semua pemimpin saya lihat Kadis Dinkes ini terlalu kencang (dalam bekerja). Karena beberapa kali saya komunikasi, beliau masih ada di kantor, jam 8 (20:00), jam 9 (21:00) ada di kantor. Ada beberapa (pejabat Dinkes Banten) yang tidak bisa mengimbangi,” ungkapnya. 

Terlebih, ada tiga klasifikasi alasan 20 pejabat Dinkes Banten yang mundur. Pertama, faktor sudah jenuh dengan level jabatannya. Kedua, aksi solidaritas dan partisipatif. Ketiga, ada yang menggerakkan aksi mundur karena tidak suka terhadap gaya kepemimpinan Kadinkes.

Baca juga: Lowongan 20 Jabatan di Dinkes Banten Resmi Dibuka, Ini Daftar Posisi Jabatannya

Ia mengaku tidak menyinggung persoalan hukum yang mendera Dinkes Banten. Sebab, hal itu sudah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Mengingat, kewenangannya hanya memastikan pelayanan untuk masyarakat dan penanganan pandemi Covid-19 tidak terganggu. 

“Jawaban Ibu Kadis, tidak signifikan. Artinya masih ada tenaga lain yang siap mensupport. Memang persoalan pandemi ada di eselon III dan IV, namun masih bisa diatasi. Kita jangan sampai hiruk pikuk dan menghambat semua proses penanganan pandemi dan program di Dinkes. Kami memastikan Kadis sudah menjawab dengan lugas tidak terganggu signifikan karena staf di bawah masih ada,” tuturnya.

Penulis: Sohib l Editor: Yuda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *