oleh

Ketua FKPT Banten, Amas: Kaum Milenial Sasaran Radikalisasi di Medsos

Foto: bantenprov.go.id
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy beserta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin saat rapat kerja FKPT Banten di Hotel Ratu, Kota Serang, Selasa, 25 Mei 2021 lalu.

CHANEL BANTEN.com – Kaum milenial melalui media sosial menjadi sasaran utama radikalisasi. Itu karena, mereka masih sangat sensitif terhadap nilai keagamaan.

Hal itu disampaikan, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin saat rapat kerja FKPT Banten di Hotel Ratu, Kota Serang, Selasa, 25 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Pemkab Lebak Gelar Istigosah Doa Bersama dan Galang Dana, ‘Hati Kami Bersama Palestina’

Menurut Amas, hal itu disebabkan wawasan pengetahuan dan penghayatan terhadap nilai-nilai hidup masih dalam fase pertumbuhan menuju pematangan.

“Sehingga rentan untuk digiring dalam konteks memperjuangkan sistem pemerintahan yang berdasarkan agama,” kata Amas seperti dilansir Chanel Banten dilaman bantenprov.go.id, Sabtu, 29, Mei 2021.

Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy mengatakan, penyebaran paham radikalisme dan terorisme di media sosial perlu diwaspadai. Karena itu, FKPT Banten harus menggunakan pendekatan berbasis teknologi.

“Itu diperlukan dalam informasi antisipasi dan mendeteksi infiltrasi gerakan radikal dan terorisme di media sosial,” kata Wagub Andika saat memberikan sambutannya di pembukaan rapat kerja FKPT.

Selain itu, diperlukan pula peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mencari, memilah, dan mengaplikasikan sumber informasi di media sosial bagi masyarakat.

“Mewaspadai penyebaran terorisme dan radikalisme di media sosial sangat beralasan. Mengingat, potensi pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat,” katanya.

Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada November 2020, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 196,7 juta pengguna atau 73,7 persen dari total penduduk Indonesia.

“Sedangkan di Banten, pengguna internet telah mencapai 64 persen dari total penduduk atau sekurangnya mencapai 7 juta pengguna internet,” ujarnya.

Baca juga: Banten Akan Buat Regulasi Perbukuan Daerah, Wagub Andika: Banten Jadi yang Pertama

Untuk itu, kata Wagub, diperlukan program literasi digital daerah untuk membentuk pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk menjadi lebih kritis terhadap informasi yang terdapat di media sosial.

“Masyarakat yang melek informasi di media sosial, akan menjadi lebih kritis ketika mendapati informasi negatif, terkait dengan infiltrasi radikal dan juga hoax,” ucapnya.

Ia meminta FKPT Banten bisa bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, baik di Pemprov Banten maupun di Kabupaten/Kota untuk melakukan pelatihan dan edukasi publik untuk menjadikan literasi digital sebagai salah satu medium dalam pencegahan paham radikal dan terorisme.

Penulis: Galuh Editor: Yuda
Sumber: bantenprov.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *