oleh

Masa Libur Lebaran, Destinasi Wisata Diperlonggar Namun Tetap Ketat

CHANELBANTEN.com – Kemenparekraf akan melibatkan banyak pihak untuk memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata di masa Libur Lebaran nanti. Pengawas juga akan dilakukan di sejumlah sentra ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Salagudin Uno dalam “Press Weekly Briefing” yang dilakukan secara hybrid dari gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Selasa, 27 April 2021.

Ia mengatakan, salah satu program yang akan difokuskan dalam libur lebaran tahun ini adalah mendorong penerapan prokes yang ketat dan disiplin di destinasi serta sentra ekonomi kreatif.

Baca juga: Nyanyikan Lagu Menghapus Jejakmu, Ariel Noah Jajal Gitar Akustik Karya Warga Lapas Rangkasbitung

“Dalam bingkai PPKM skala mikro, ada kegiatan masyarakat yang diperbolehkan. Namun, keputusannya diserahkan ke pemerintah daerah sesuai dengan angka Covid-19 di daerah masing-masing. Jika memang destinasi wisata dibuka, harus dengan penerapan prokes CHSE yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga Uno dikutip dilaman kemenparekraf.go.id.

Kemenparekraf/Baparekraf sendiri telah menerbitkan buku panduan pelaksanaan CHSE di destinasi dan berbagai tempat serta bidang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Panduan ini yang akan terus disosialisasikan ke para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Seperti besok ada kegiatan di Kota Tua dengan Pemprov DKI. Kota Tua adalah salah satu destinasi yang diminati saat libur lebaran, dan seandainya dibuka oleh Pemprov DKI, kita ingin pastikan panduan protokol kesehatan dipatuhi secara ketat dan disiplin,” katanya.

Panduan protokol CHSE akan terus disosialisasi dan diserahkan ke tiap destinasi agar kegiatan wisata dapat berjalan dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan pengalamannya melihat langsung dan menyerap aspirasi di daerah, penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE sudah berjalan dengan baik. Meski ia tidak menampik masih ada destinasi atau lokasi yang penerapan protokol kesehatannya harus terus ditingkatkan.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Pelaku Parekraf Pulihkan Citra Pariwisata Pasca Aksi Teror

“Ini butuh kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan Satgas Covid-19 serta masyarakat dan dunia usaha. Malah kita ingin libatkan institusi pendidikan, karena untuk memonitor secara detail butuh kemampuan secara 360 derajat. Kepatuhan tersebut yang harus kita lakukan secara kolaborasi,” ujar Sandiaga.

Kedepan pihaknya tidak hanya akan sebatas mendorong dan mengimbau penerapan protokol kesehatan, tapi juga memastikan kepatuhan.

“Akan ada mekanisme jika mereka tidak bisa penuhi (penerapan protokol kesehatan) akan diberi peringatan, dilanjutkan dengan denda. Berkoordinasi dengan Pemda kami juga tidak segan untuk merekomendasikan sanksi penutupan,” kata Sandiaga.

Penulis: Dede Mulyana I Editor: Galuh Malpiana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed